Mungkin aku jadi
satu dari sekian banyak orang yang tidak tertarik buat mengikuti tes CPNS 2018.
Lahir dari keluarga yang berprofessi sebagai PNS, orang tuaku selalu menyuruhku
untuk mengikuti jejak karir mereka. Terlebih ibuku, beliau selalu mendoakan ku
supaya kelak suatu hari nanti aku bisa menjadi pegawai negeri sipil atau
memiliki suami yang berprofessi sebagai pegawai negeri sipil.
“Jadi pns itu enak,
gaji nya pasti dijamin oleh Negara. Udah pension juga tetap di gaji, bahkan sampai
mati pun di gaji. Enggak akan pernah kena PHK, apalagi kalau jadi guru, tanggal
merah libur murid libur kita ikut libur, belum lagi banyak tunjangan dan
insentif yang diterima” Ibuku selalu mengiming-imingi ku dengan segala
kemudahan yang didapatkanya setelah menjadi pegawai negeri sipil atau yang
sekarang menjadi aparatur sipil Negara.
Well, semua itu
benar. Hidup dan gaji nya pns memang di jamin oleh Negara. Kita nggak perlu
khawatir akan pemecatan seperti bila bekerja di perusahaan swasta. Atau nggak
perlu merasa cemas perusahaan bangkrut jika kita bekerja sebagai wiraswasta.
Jadi pns memang enak, apalagi saat menerima gaji ke 13. Oke, aku tahu itu
karena ibu dan bapak ku adalah seorang pegawai negeri sipil. Tapi menurutku
rezeki itu Allah yang menjamin, bukan presiden, bukan Negara atau siapapun.
Rezeki bisa kita dapatkan dimana saja kita mencarinya baik itu lewat jalan
berdagang, bekerja di perusahaan, atau membuka usaha sendiri.
Kalau Pns gaji
nya di jamin oleh Negara, maka pekerja lain jiga gaji nya dijamin oleh Sang
pencipta. Tanggal 19 sepetember 2018 lalu, Negara baru saja resmi membuka tes
Cnps tahun 2018 dan seperti yang kita duga banyak sekali warga Indonesia yang
berbondong-bondong mengunjungi situs resmi cpns hingga mengalami server down
dan kesulitan diakses. Beberapa pegawai honorer cpns pun bersorak, aku sangat
mengerti apa yang dirasakan oleh para honorer yang sudah mengabdi bertahun
tahun namun masih saja di PHPkan oleh Negara.
Tidak ada salahnya
membuka tes cpns untuk warga Negara Indonesia, karena membuka peluang dan
kesempatan bagi mereka yang ingin menjad aparatur Negara. Tapi mari kita tengok
para pahlawan tanda jasa yang sudah bertahun tahun menghonor dan tidak diberi
kejelasan. Gaji yang diterima honorer guru khususnya sangat mengkhawatirkan,
gaji mereka tidak ada apa-apanya dibandingkan pekerja pabrik yang bisa menembus
angka diatas 3 juta rupiah. Padahal, mereka juga turutr andil dalam
mencerdaskan kehidupan bangsa namun rasa-rasanya pemerintah miskin perhatian
kepada para honorer yang ada Indonesia. Mengapa mereka tidak diberikan
kemudahan dalam proses menjadi aparatur Negara. Bayangkan saja, jika guru
honorer yang sudah bertahun- tahun mengabdi pada Negara mengalami gagal dalam
tes, sedangkan pemula yang mencoba mengikuti tes Cpns bisa lulus karena hoky, bagaimana perasaan mereka?
Lagi pula, tidak
ada kompetisi yang murni di dunia ini. Apalagi di Negara Indonesia yang sudah
sangat kental dengan budaya KKN. Koneksi menjadi penentu utama lulus tidak nya
seseorang saat mengikuti Tes Cpns. Tidak bermaksud untuk bersikap pesimis,
hanya saja melihat kenyataan yang ada bagiku bisa lulus tes CPNS adalah suatu
keajaiban, dan tidak semua orang bisa seberuntung itu.