Senin, 08 Januari 2018

Marah



“Sebaik-baiknya orang adalah dia yang bisa menahan marah, selagi diriya sangat marah”

Satu kutipan yang membuat aku merasa kalau marah itu sebenarnya masih bisa di kendalikan, kalau bukan diri sendiri ya siapa lagi?

Marah adalah hal yang sangat manusiawi, setiap orang rentan banget terkena apa yang namanya “Marah”. Hal- hal yang menyebabkan terjadinya marah ini ada banyak banget, dampak yang di timbulkan dari rasa Marah ini juga banyak banget dan kalau seseorang ngga bisa mengendalikan rasa marah nya, bisa berujung hal- hal yang mengerikan.

Berapa banyak barang yang rusak, di banting, di lempar untuk meluapkan rasa marah?
Berapa banyak energy yang dihabiskan untuk memaki, dan berapa banyak kata-kata kotor yang keluar saat lidah dikendalikan oleh emosi.

Yang lebih ngerinya lagi, berapa banya nyawa yang di korbankan karena rasa marah?

Aku pernah, bahkan sering menghadapi orang-orang yang sedang marah. Mereka bermacam-macam dalam mengekspressikan rasa Marahnya. Ada yang meninggikan nada dan volume bicara, dengan tatapan tajam dan makian tidak manusiawi. Ada juga yang melemparkan segala benda yang ada di dekatnya, beruntung aku belum pernah melihat secara langsung bagaimana orang melakukan tindak kekerasan karena marah.

Meskipun marah adalah hal yang wajar, tapi rasanya jika sampai harus berujung cideranya orang lain, atau bahkan hilangnya nyawa itu adalah hal yang keterlaluan. Kemarahan itu seperti api yang membakar Kayu sampai habis tak tersisa. Kemarahan yang meledak-ledak akan berujung petaka.
Coba di pikir ulang, setelah meluapkan rasa marah dengan memaki, membuat orag merasa sakit hati atau terhina. Melukai fisik ataupun perasaan seseorang yang membuat kita marah, apa yang kita dapatkan?

Apa yang di dapatkan dari rasa marah itu?

Bukankah kita diciptakan bersama dengan otak dan juga hati nurani? Semarah apapun kita, semenjengkelkan apapun situasinya, bisakah sejenak kita menggunakan hati nurani kita untuk tidak melukai orang lain?

Sayangnya, saat marah orang-orang seperti kerasukan setan. Entah setan yang datang dari mana, mereka menjelma menjadi mahluk paling tidak berperasaan di dunia.
Semoga saja Tuhan selalu melinungi kita dari rasa marah yang membabi buta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kapan Nikah?

            Memasuki usia 23 Tahun adalah berkah, sekaligus bencana. Diusia ini orang- orang sibuk bertanya “Kapan Nikah?” Aku yang aw...