“Sebaik-baiknya orang
adalah dia yang bisa menahan marah, selagi diriya sangat marah”
Satu kutipan yang
membuat aku merasa kalau marah itu sebenarnya masih bisa di kendalikan, kalau
bukan diri sendiri ya siapa lagi?
Marah adalah hal yang
sangat manusiawi, setiap orang rentan banget terkena apa yang namanya “Marah”.
Hal- hal yang menyebabkan terjadinya marah ini ada banyak banget, dampak yang
di timbulkan dari rasa Marah ini juga banyak banget dan kalau seseorang ngga
bisa mengendalikan rasa marah nya, bisa berujung hal- hal yang mengerikan.
Berapa banyak barang
yang rusak, di banting, di lempar untuk meluapkan rasa marah?
Berapa banyak energy yang dihabiskan untuk memaki, dan berapa banyak kata-kata
kotor yang keluar saat lidah dikendalikan oleh emosi.
Yang lebih ngerinya
lagi, berapa banya nyawa yang di korbankan karena rasa marah?
Aku pernah, bahkan
sering menghadapi orang-orang yang sedang marah. Mereka bermacam-macam dalam mengekspressikan
rasa Marahnya. Ada yang meninggikan nada dan volume bicara, dengan tatapan
tajam dan makian tidak manusiawi. Ada juga yang melemparkan segala benda yang
ada di dekatnya, beruntung aku belum pernah melihat secara langsung bagaimana
orang melakukan tindak kekerasan karena marah.
Meskipun marah adalah
hal yang wajar, tapi rasanya jika sampai harus berujung cideranya orang lain,
atau bahkan hilangnya nyawa itu adalah hal yang keterlaluan. Kemarahan itu
seperti api yang membakar Kayu sampai habis tak tersisa. Kemarahan yang
meledak-ledak akan berujung petaka.
Coba di pikir ulang,
setelah meluapkan rasa marah dengan memaki, membuat orag merasa sakit hati atau
terhina. Melukai fisik ataupun perasaan seseorang yang membuat kita marah, apa
yang kita dapatkan?
Apa yang di dapatkan
dari rasa marah itu?
Bukankah kita
diciptakan bersama dengan otak dan juga hati nurani? Semarah apapun kita,
semenjengkelkan apapun situasinya, bisakah sejenak kita menggunakan hati nurani
kita untuk tidak melukai orang lain?
Sayangnya, saat marah
orang-orang seperti kerasukan setan. Entah setan yang datang dari mana, mereka
menjelma menjadi mahluk paling tidak berperasaan di dunia.
Semoga saja Tuhan
selalu melinungi kita dari rasa marah yang membabi buta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar