Beberapa hari ke belakang aku mengeluhkan soal hari-hariku yang biasa saja, semuanya berjalan seperti biasa. Menjalani rutinitas yang itu-itu saja, tidak ada hal menarik untuk diceritakan pada siapapun. Fokusku hanya sekedar urusan kuliah - kerja, kuliah- mengerjakan tugas- kerja , kuliah-mengahdapi ujian semester. Sangat sangat membosankan.
Tiba-tiba sebuah Drama terjadi, saat aku sedang bosan-bosannya dengan rutinitasku. Aku sendiri tidak tahu haru memberi judul apa pada Drama ini, atau melabeli genre apa. Ceritanya sangat klasik, aku pernah baca tulisan Fiersa besari yang mengatakan kalau di Indonesia ini sudah semacam tertanam budaya turun menurun soal "Membenci mantannya pacar" Bukan membenci "Mantan pacar". Seorang Pacar akan tiba-tiba membenci masa lalu Pacar nya (Mantannya) padahal mereka tidak saling mengenal dan ada urusan apapun.
Mula-mula mereka akan mencari nama "Mantannya pacar" di sosial media lalu melakukan Stalking, melihat satu persatu foto dan tulisan atau status yang pernah dibuat. Dengan cemas mencari apakah masih ada foto yang berhubungan dengan pacarnya, atau status yang masih ada komentar dengan pacarnya. Fase kedua adalah membandingkan diri, mereka akan tergerogoti rasa penasaran atau yang anak muda jaman sekarang bilang adalah "Kepo", mereka akan kepo soal status sosial mantannya pacar, dimana dia tinggal, dimana dia sekolah, dimana tempat tongkronganya, barang bermerk apa yang mereka kerjakan dan seberapa hebat kah mantanya pacar di bandingkan dengan dirinya.
Kita masuk di fase keiga yaitu "Pengakuan" biasanya orang-orang seperti ini sangat konyol. Berbagai cara mereka lakukan agar si "Mantannya pacar" ini diakui sebagai seseorang yang sudah bahagia bersama laki-laki/perempuan yang dulu pernah bersama. Metode klasik nan konyol yang dilakukan adalah dengan bom like pada akun media sosial. Misalkan saja tiba-tiba kamu mendapat notifikasi 99Like dari sebuah akun instagram/Facebook yang tidak kamu ketahui siapa itu.
Setelah kamu notice kamu akan men-klik profil akun terserbut, biasanya disana sudah disiapkan foto bersama pacar (mantan kamu) supaya kamu lihat dan berpikir "Oh, ini pacar baru nya dia"
Atau yang lebih kurang kerjaan adalah ketika mereka tiba-tiba men-follow akun media sosialmu, meminta follback, men-add friend dan lain sebagainya dan yang lebih ngeri nya lagi adalah ketika mereka tiba-tiba mengirimi kamu pesan.
"Eh, aku pacarnya sarjono yang baru"
Terus saat kita ada di posisi ini, reaksi apa yang harus kita tunjukan?
Wait, sebelumnya aku mau bahas dulu. Kalau hal seperti ini terjadi karena si mantan masih suka menghubungi, atau masih suka genit-genit kirim chat sih ya wajar pasti si pacar barunya itu tidak ingin kalau mantannya merebut kebahagiaan dia. Well, aku sangat mengerti
Tapi kalau misalkan di mantan nya ini diam-diam saja, adem-adem saja bahkan sudah tidak pernah lagi menghubungi atau berurusan dengan orang itu. Lantas apa yang mau diributkan? Perlukan pengakuan itu? perlukah dia tahu? perlukan dunia tahu kalau mereka adalah orang yang sekarang berstatus sebagai pacar baru nya? Sangat konyol.
Please, itu baru prolog.
Jadi beberapa hari yang lalu seorang perempuan tiba-tiba saja mengirimi direct massage via instagram, dia mengirim fotoku yang aku unggah di instagram dan itu sudah sangat lama sekali. Untuk menemukan foto itu kamu harus melakukan Scroll down dan mencari diantara ratusan foto lainnya yang sudah aku unggah. Wow, niat banget sih ini cewek
Sebegitu gabutnya kah kahidupan kamu sampai rela meluangkan waktu untuk melakukan scrolldown hanya untuk mengajukan pertanyaan retoris?
"Ini jaketnya si kampret ya?" Begitu isi direct massage nya , wait sebut saja nama laki-laki brengsek dan tidak tahu diri itu si kampret. Dan emmh perempuan ini aku namai si Drama Queen. For your information itu adalah fotoku yang dulu di snap oleh si kampret dan kebetulan aku sedang menggunakan jaket si kampret karena dia yang menawariku untuk menggunakan jaketnya berhubung hujan dan cuacanya sangat dingin.
Jujur saja waktu mendapatkan direct massage ini segala macam perasaan bercampur, kesal, emosi, ingin ketawa juga ada.
"What the hell is this?"
Sudah tahu itu jaketnya si kampret untuk apa dia masih tanya-tanya. Oh ya, beberapa bulan lalu juga dia sempat melakukan Like di Video yang aku unggah saat aku masih dengan si kampret. Sekali lagi, sebegitu tidak ada urusan lainkah di hidup kamu sampai yang begituan saja di urusuin?
Perlu ku jelaskan, aku bukan tipe orang yang mudah diatur atau diperintah. Aku melakukan apapun dengan inisiatifku sendiri. Aku ingin mengunggah foto atau video apapun di akun media sosialku itu adalah hak ku dan tidak ada satu orang pun yang berhak untuk melarang, logika ku selama itu tidak menyinggung agama dan ras manapun, Tiba-tiba dia seakan menyuruh aku untuk menghapus foto-foto yang masih ada hubungannya dengan si kampret. Dan dia piki setelah di perintah seperti itu aku akan menurutinya?
Well, aku malah orang yang bisa di bilang ngeyel. Saat dia menyuruhku seperti itu, aku malah semakin ingin melakukan hal-hal yang membuat dia kesal. Intinya dia menanyakan kapan aku akan mengembalikan jaketnya si kampret, dia juga mengklaim bahwa jaket itu adalah pemberiannya pada si kampret.
Dulu sekali aku memang berniat untuk mengembalikan jaket itu pada si kampret melalui temannya, karena dia tinggal di kota yang berbeda denganku tadinya memang mau aku kirim kesana. Tiba-tiba aku menjadi sangat sibuk oleh urusan kuliah dan pekerjaan, kalaupun ada waktu luang lebih sering aku gunakan untuk istirahat atau liburan dan bersenang senang dengan teman-temanku. Niat ku untuk mengembalikan jaket itu jadi sirna aku bahkan lupa kalau jaketnya masih ada padaku, meskipun sesekali pernah ku gunakan waktu musim hujan. Bukan untuk mengenang, tapi karena jaketnya waterproof jadi ya lumayan saja.
Tapi setelah si Drama Queen ini mengirimiku direct masssage aku jadi tidak ingin mengembalikannya, aku malah ingin membuangnya dan menunjukan padanya kalau jaket itu sudah ku buang. Aku ingin melakukan hal jahat, meskipun kejahatan yang si kampret dan si Drama queen ini tidak sebanding dengan apa yang akan aku lakukan padanya.
Dear Drama Queen
Aku tidak kenal kamu
Aku tidak punya urusan denganmu dan aku tidak tertarik untuk berurusan denganmu, soal apapun itu apalagi soal si kampret.
Jangan kamu pikir degan aku masih menyimpan jaket si kampret aku masih ada perasaan atau harapan padanya. Aku bahkan sudah tidak perduli kamu mau melakukan apa dengan si kampret, mau jungkir balik, mau menikah , mau keliling kota bawa obor atau apapun itu sungguh tidak peduli. Jangan kamu pikir dengan membuka Lock instagram kamu, aku berminat untuk mampir dan lihat lihat betapa sudah bahagianya kamu dengan si kampret sekarang.
Silahkan, itu kehidupan kamu dengan dia
Aku juga punya kehidupan dan banyak hal lain yang lebih penting untuk ku pikirkan, untuk ku urusi.
Betapa lucunya semua sikap konyol yang kamu tunjukan, aku sampai tak habis pikir kok bisa si kampret pacaran dengan bocah yang pemikirannya sempit seperti ini.
Jaketnya nanti malam akan ku buang, akan ku serta kan juga foto nya agar kamu marah dan jengkel melihat jaket pemberianmu untuk si kampret sudah ku buang. Kamu yang memulai Drama saat hidupku sudah tenang dan baik-baik saja, jika disini kamu menganggapku sebagai antagonis ya tidak apa-apa. Meskipun sebenarnya aku tidak perlu membalas perbuatan kalian, aku percaya Tuhan akan membalasnya. Tapi aku juga ingin ikut andil dalam menyakiti kalian. Oooppss, how antagonis I am right?
Yasudah, selamat berdrama. Silahkan berdrama berdua saja, tidak usah seret-seret aku
Selamat tinggal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar