Rabu, 19 September 2018

Pengaturan Uang



                “Besar pasak dari pada Tiang” Istilah yang cocok banget untuk sebagian orang. Mereka kesulitan mengatur pengeluaran yang lebih besar dari pada pemasukan. Bukan Cuma mereka, bahkan aku sendiri sering mengalami nya. Jadi tulisan ini dibuat untuk kalian, dan juga untuk kita yang lagi berusaha menimalisir pengeluaran yang semakin membengkak dari bulan ke bulan. Kebutuhan setiap orang berbeda, kebutuhan seorang pelajar dengan seorang jelas tidak sama. Seorang pekerja akan lebih banyak mengeluarkan uang dari pada mereka yang masih duduk di bangku sekolah. Mengatur pengeluaran seakan menjadi hal yang sulit untuk dilakukan. Menantikan tanggal gajian dengan tidak sabar, setelah hari itu tiba, hanya beberapa hari nominal di rekening tabungan sudah terlihat sangat mengkhawatirkan. Lalu gimana kehidupan sebulan kedepan?
                Hmmmm, jangan lupa bahwa 2,5% dari harta yang kita punya adalah milik mereka. Setiap kali gajian, selalu sisihkan sebagian dari uang yang kita terima untuk di sumbangkan pada mereka yang membutuhkan. Baik itu anak yatim, pengemis, musafir, atau siapapun orang yang ada disekitarmu yang sekiranya sangat memerlukan bantuan. “once you give more, you’ll receive more” Nggak perlu takut untuk bersedekah karena Allah pasti akan mengganti kebaikanmu berlipat ganda. Next, tulis semua hal yang kamu butuhkan dan kamu inginkan. Buat sebuah tabel dengan tiga kolom. Isi kolom pertama dengan tulisan “Yang aku butuhkan” dan kolom kedua “Yang aku inginkan” dan kolom terakhir adalah “Yang harus di bayar” contoh :
               
Yang Aku butuhkan
Yang Aku inginkan
Yang Harus Dibayar
Kuota internet -> 55.000
Sepatu Sport -> 350.000
Tagihan Listrik -> 200.000
Go Pay -> 200.000
Menonton Di Bioskop -> 100.000
Kosan -> 700.000
Skincare -> 100.000
Blous Baru -> 100.000



Jumlah = 355.000


Jumlah = 550.000


Jumlah = 900.000

Tabel diatas adalah contoh kecil dari analisa setiap barang dan hal yang kamu butuhkan setiap bulannya. Tulis dengan rinci jenis barang serta harga nya sesuai dengan kolom dimana seharusnya barang itu berada. Ingat kembali masalah skala prioritas. Barang – barang yang di tulis di kolom kebutuhan adalah barang-barang yang benar-benar kamu butuhkan, jika kamu tidak membeli nya makan akan berdampak buruk pada kehidupanmu sehari-hari. Barang yang ada di kolom keinginan hanyalah barang yang kamu inginkan, tetapi jika tidak dibeli pun tidak akan menjadi masalah, atau bisa kamu beli di lain waktu ketika kamu punya penghasilan lebih. Nah, di kolom yang harus dibayar adalah sesuatu yang wajib dan akan sangat bahaya jika dilewatkan. Biasanya seperti keharusan membayar listrik, kosan, cicilan motor dan kebutuhan lainnya yang harus segera di bayar. Dengan mejumlahkan kolom “Yang aku butuhkan” dengan kolom “Yang harus dibayar” kamu akan mengetahui kira-kira bulan ini kamu akan mengeluarkan berapa rupiah. Jika setelah di jumlahkan dan gaji mu masih tersisa, kamu bisa menggunakan sisa gaji mu untuk membeli barang yang ada di kolom “Yang aku inginkan”.
Tips berikut nya adalah, jangan lupa untuk memisahkan uang makan. Setiap harinya kita pasti perlu sesuatu untuk dimakan demi menjaga energy agar tetap fit dalam melakukan aktivitas dan juga pekerjaan. Untuk kamu yang masih tinggal di rumah dengan orang tua, kamu tidak perlu pusing memikirkan hari ini mau makan apa? Karena ibumu pasti menyediakan makan untukmu. Nah, untuk kamu anak rantau yang tidak bisa mengandalkan siapapun, kamu harus mengalokasikan gaji mu untuk kebutuhan makananmu. Sebelum membelikan gajimu pada barang yang kamu inginkan dan kamu butuhkan, kamu harus memisahkan terlebih dahulu gajimu untuk biaya makan, jangan lupa juga untuk transportasi. Nominalnya sesuai dengan kebutuhanmu, dan sesuai dengan frekuensi makan kamu perhari. Begitupun dengan nominal transportasi. Saranku nih, beli lah Gopay (untuk pengguna gojek) atau grabpay (untuk pengguna grab). Aku sudah berbulan bulan menggunakan Gopay karena menurutku lebih hemat. Satu bulan, aku rutin mengisi Gopay ku senilai 200.000 untuk transportasi ke tempat kerja, atau kemanapun. Kenapa harus Gopay? Karena uang dalam bentuk virtual lebih membuat kita hemat, percaya nggak percaya saat kamu memegang uang cash pasti selalu ada godaan setan untuk menghabiskan uang tersebut. Makanya, aku jarang sekali pegang Uang cash, aku lebih mengandalkan Gopay untuk transportasiku. Selain itu tarifya juga lebih murah dari pada kita harus membayar cash dan point yang akan kita dapat lebih besar kemungkinannya.
Setelah mengatur skala prioritas, buatlah evaluasi bulanan dengan cara mengumpulkan struk pembelanjaan. Dompetku penuh sekali dengan struk belanja ataupun struk ketika aku mengambil uang di atm. Berawal dari hobby mengumpulkan struk, lama-lama ku pikir struk ini juga bermanfaat. Jangan pernah buang struk setelah kamu selesai bertansaksi berbelanja apapun. Kumpulkan struk tersebut dan bundle menjadi satu diakhir bulan menuju gajian. Setelah itu kamu bisa menjumlahkan berapa banyak uang yang telah kamu keluarkan di bulan ini dari struk-struk tersebut. Kamu juga bisa menganalisa kemana uang mu pergi, karena kadang kita suka nggak sadar. “Loh, kok uang ku segini lagi? Emang tadi beli apa aja ya?” Nah, saat kamu lupa kamu tinggal melihat struk yang kamu jaga. Sehingga kamu bisa mengevaluasi pengeluaran kamu dan meminimalisirnya di bulan berikutnya.
Terakhir adalah sisihkan uangmu untuk menabung. Kamu harus punya target menabung setiap bulannya. Entah itu 100.000 atau 500.00 yang penting setiap kali kamu menerima gaji dan pemasukan kamu wajib menyimpan uang yang tidak boleh diganggu gugat tersebut. Siapa yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan? Saat sesuatu yang mendesak terjadi dan kamu harus punya uang, kamu tinggal menggunakan uang tabungan kamu selama ini. Misalkan saja, tiba-tiba kamu harus membayar tagihan rumah sakit atau biaya berobat lainnya, kamu sudah punya tabungan untuk mengcover semua itu. Segala kemungkinan bisa terjadi dan ketika kita sudah siap secara finansial tidak perlu ada yang di khawatirkan. Jangan sampai bekerja bertahun-tahun, tenaga dan pikiran terkuras tapi ketikan melirik buku tabungan tidak ada nominal apapun disana.             
Untuk kamu yang senang travelling kamu juga bisa menggunakan uang tabunganmu untuk pergi jalan-jalan kemanapun kamu mau. Kamu juga harus punya target, berapa lama kamu menabung untuk traveling tersebut. Setelah uang nya terkumpul, kamu bisa menikmati liburanmu tanpa harus mengganggu gajimu yang dialokasikan untuk kebutuhan lain. Liburan itu perlu loh, apalagi untuk para pekerja yang sering dibuat penat oleh setumpuk pekerjaan, macet yang melelahkan, dan jug abos rewel yang sangat menyebalkan. Jadi, jangan sungkan-sungkan untuk merencanakan liburan 1 atau 3 bulan sekali.
Well, itu dia beberapa tips yang bisa aku berikan. Semoga kita bisa lebih bijak dalam mengatur pengeluaran agar tidak menyesal dikemudian hari, dan tidak mengalami krisis kantong kering di tengah bulan. Semoga bermanfaat, selamat mencoba.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kapan Nikah?

            Memasuki usia 23 Tahun adalah berkah, sekaligus bencana. Diusia ini orang- orang sibuk bertanya “Kapan Nikah?” Aku yang aw...