Kompeten, penuh
tanggung jawab, professional tapi jelek, jangan harap bisa di hargai. Kata
siapa?
Emang kita ga pernah bisa menutup mata sama society di Indonesia yang apa-apa tuh di ukur dari look nya. Seberapa qualified nya kamu di dunia kerja, kalau kamu punya wajah yang jelek jangan harap dunia bakal mengapresiasi potensi yang kamu punya. I don’t how it’s work, seems like everybody just want to have a beauty partner.
Emang kita ga pernah bisa menutup mata sama society di Indonesia yang apa-apa tuh di ukur dari look nya. Seberapa qualified nya kamu di dunia kerja, kalau kamu punya wajah yang jelek jangan harap dunia bakal mengapresiasi potensi yang kamu punya. I don’t how it’s work, seems like everybody just want to have a beauty partner.
Kalau kualifikasi
utamanya adalah khusus untuk orang cantik dengan tubuh yang ideal, lalu dimana
kami para kentang? Apakah orang-orang jelek seperti kami tidak berhak untuk
mendapatkan pekerjaan? Apakah kami yang sudah bekerja keras tidak berhak untuk
mendapatkan pengakuan? What the heck with people, Body shaming masih selalu
mengakar dan sulit untuk di hilangkan.
Kalau semua celah
pekerjaan hanya di peruntukan bagi orang-orang yang terlahir dengan wajah
cantik, lalu kami yang sudah di ciptakan dengan wajah pas-pasan harus
bagaimana?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar