Rabu, 19 September 2018

Tidak Ada Tempat Untuk Si buruk Rupa


                Kompeten, penuh tanggung jawab, professional tapi jelek, jangan harap bisa di hargai. Kata siapa?
Emang kita ga pernah bisa menutup mata sama society di Indonesia yang apa-apa tuh di ukur dari look nya. Seberapa qualified nya kamu di dunia kerja, kalau kamu punya wajah yang jelek jangan harap dunia bakal mengapresiasi potensi yang kamu punya. I don’t how it’s work, seems like everybody just want to have a beauty partner.
                Kalau kualifikasi utamanya adalah khusus untuk orang cantik dengan tubuh yang ideal, lalu dimana kami para kentang? Apakah orang-orang jelek seperti kami tidak berhak untuk mendapatkan pekerjaan? Apakah kami yang sudah bekerja keras tidak berhak untuk mendapatkan pengakuan? What the heck with people, Body shaming masih selalu mengakar dan sulit untuk di hilangkan.
                Kalau semua celah pekerjaan hanya di peruntukan bagi orang-orang yang terlahir dengan wajah cantik, lalu kami yang sudah di ciptakan dengan wajah pas-pasan harus bagaimana?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kapan Nikah?

            Memasuki usia 23 Tahun adalah berkah, sekaligus bencana. Diusia ini orang- orang sibuk bertanya “Kapan Nikah?” Aku yang aw...