Jumat, 21 September 2018

Mengapa harus jadi aparatur negara



                Mungkin aku jadi satu dari sekian banyak orang yang tidak tertarik buat mengikuti tes CPNS 2018. Lahir dari keluarga yang berprofessi sebagai PNS, orang tuaku selalu menyuruhku untuk mengikuti jejak karir mereka. Terlebih ibuku, beliau selalu mendoakan ku supaya kelak suatu hari nanti aku bisa menjadi pegawai negeri sipil atau memiliki suami yang berprofessi sebagai pegawai negeri sipil.

                “Jadi pns itu enak, gaji nya pasti dijamin oleh Negara. Udah pension juga tetap di gaji, bahkan sampai mati pun di gaji. Enggak akan pernah kena PHK, apalagi kalau jadi guru, tanggal merah libur murid libur kita ikut libur, belum lagi banyak tunjangan dan insentif yang diterima” Ibuku selalu mengiming-imingi ku dengan segala kemudahan yang didapatkanya setelah menjadi pegawai negeri sipil atau yang sekarang menjadi aparatur sipil Negara.


                Well, semua itu benar. Hidup dan gaji nya pns memang di jamin oleh Negara. Kita nggak perlu khawatir akan pemecatan seperti bila bekerja di perusahaan swasta. Atau nggak perlu merasa cemas perusahaan bangkrut jika kita bekerja sebagai wiraswasta. Jadi pns memang enak, apalagi saat menerima gaji ke 13. Oke, aku tahu itu karena ibu dan bapak ku adalah seorang pegawai negeri sipil.  Tapi menurutku rezeki itu Allah yang menjamin, bukan presiden, bukan Negara atau siapapun. Rezeki bisa kita dapatkan dimana saja kita mencarinya baik itu lewat jalan berdagang, bekerja di perusahaan, atau membuka usaha sendiri. 


                 Kalau Pns gaji nya di jamin oleh Negara, maka pekerja lain jiga gaji nya dijamin oleh Sang pencipta. Tanggal 19 sepetember 2018 lalu, Negara baru saja resmi membuka tes Cnps tahun 2018 dan seperti yang kita duga banyak sekali warga Indonesia yang berbondong-bondong mengunjungi situs resmi cpns hingga mengalami server down dan kesulitan diakses. Beberapa pegawai honorer cpns pun bersorak, aku sangat mengerti apa yang dirasakan oleh para honorer yang sudah mengabdi bertahun tahun namun masih saja di PHPkan oleh Negara.


                Tidak ada salahnya membuka tes cpns untuk warga Negara Indonesia, karena membuka peluang dan kesempatan bagi mereka yang ingin menjad aparatur Negara. Tapi mari kita tengok para pahlawan tanda jasa yang sudah bertahun tahun menghonor dan tidak diberi kejelasan. Gaji yang diterima honorer guru khususnya sangat mengkhawatirkan, gaji mereka tidak ada apa-apanya dibandingkan pekerja pabrik yang bisa menembus angka diatas 3 juta rupiah. Padahal, mereka juga turutr andil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa namun rasa-rasanya pemerintah miskin perhatian kepada para honorer yang ada Indonesia. Mengapa mereka tidak diberikan kemudahan dalam proses menjadi aparatur Negara. Bayangkan saja, jika guru honorer yang sudah bertahun- tahun mengabdi pada Negara mengalami gagal dalam tes, sedangkan pemula yang mencoba mengikuti tes Cpns bisa lulus karena hoky, bagaimana perasaan mereka?
                

                    Lagi pula, tidak ada kompetisi yang murni di dunia ini. Apalagi di Negara Indonesia yang sudah sangat kental dengan budaya KKN. Koneksi menjadi penentu utama lulus tidak nya seseorang saat mengikuti Tes Cpns. Tidak bermaksud untuk bersikap pesimis, hanya saja melihat kenyataan yang ada bagiku bisa lulus tes CPNS adalah suatu keajaiban, dan tidak semua orang bisa seberuntung itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kapan Nikah?

            Memasuki usia 23 Tahun adalah berkah, sekaligus bencana. Diusia ini orang- orang sibuk bertanya “Kapan Nikah?” Aku yang aw...