Kalau semua manusia bisa meminta sama Tuhan
Yang Maha Kuasa soal bagaimana bentuk tubuh mereka, tentu aja di dunia ini
nggak akan ada si Tinggi yang menghina si pendek, si Hidung mancung yang
menghinda si pesek, si kulit putih yang menghina si kulit hitam, si mata belo
yang menghina si sipt , atau si rambut lurus yang menghina si rambut keriting.
Menurutku orang-orang yang mengkritik bentuk
ciptaan Tuhan adalah orang-orang yang nggak sadar bahwa dirinya juga hanya
seorang mahluk yang nggak berdaya, padahal bentuk tubuh dia juga Tuhan yang
menciptakan. Lantas berhak apa dia dalam mengkritik? Toh dia juga pasti nggak
akan bisa menciptakan bentuk se-sempurna yang Tuhan ciptakan.
Kritik emang sesuatu yang bagus , kritik yang
bertujuan untuk menjadikan seseorang lebih baik. Tapi menurutku ada beberapa
kritik yang pada akhirnya malah jadi hal yang nggak berguna, dan walaupun kamu
mengkritik yang ada malah menimbulkan rasa sakit hati. Misal saja ketika ada seseorang yang memasak
dan rasanya terlalu asin, lalu kamu kritik dan dia bisa memperbaiki masakannya
mengurangi takaran garam yang dia pakai sehingga bisa lebih layak makan. Lain
cerita kalau kamu mengkritik bentuk tubuh seseorang, apa yang akan kamu dapat?
“Kulit kamu hitam banget sih?” Kalau dari lahir
dia memang sudah berwarna gelap bagaimana? Kalau gen yang diturunkan oleh orang
tuanya memang sudah berwarna gelap bagaimana? Hanya karena kamu berkulit lebih
cerah bukan berarti kamu punya hak untuk mengatai orang yang warna kulitnya
tidak secerah kamu, apalagi dengan melontarkan guyonan seperti “Si Hitam”
mungkin bagi kamu itu lucu atau terkesan biasa saja, tapi bagi orang yang
mendengarnya?
“Dasar pendek, gendut!” Kalau dia memang di
takdirkan untuk berbentuk tubuh seperti itu lantas kamu bisa apa? Kalau dia sudah
berusaha untuk olahraga untuk menjadi setinggi kamu atau sekurus kamu dan pada
akhirya berhasil nihil karena genetic keluarganya yang memang berpostur tubuh
pendek dan gendut kamu bisa apa?
“Itu hidung kamu kemana? Kok pesek?” Hanya
karena tulang hidung kamu lebih Nampak dari pada punya nya, bukan berarti kamu
memiliki hak untuk memberikan hinaan seperti itu. Lantas kalau dia punya hidung
yang pesek dan kamu mengkritiknya apa yang akan kamu inginkan darinya? Kamu
ingin agar dia pergi ke dokter dan melakukan operasi agar dia punya hidung
seperti kamu?
Pada dasarnya manusia memang mahluk penilai,
apa yang terlihat oleh matanya selalu jadi penilaian bahkan sampai lupa dengan
yang namanya bercermin. Manusia terlalu sibuk mencari kekurangan orang lain,
mengkritiknya, memperbincangkannya, bahkan lebih parah lagi menghina nya.
Menurutku menghina bentuk tubuh manusia baik itu matanya, jidatnya, hidungnya,
kakinya atau apapun yang ada pada tubuhnya sama saja seperti kamu menghina sang
Pencipta nya. Seolah Seolah kamulah pemilik tubuh paling sempurna di dunia ini,
seolah- olah kamulah yang paling bagus di ciptakan oleh Tuhan. Dan menurutku
mengkritik bentuk tubuh manusia yang tidak se bagus punya mu adalah hal yang
sangat tidak berguna. Dan hanya orang-orang yang tidak tahu diri yang bercanda
dengan bentuk fisik manusia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar