Senin, 08 Januari 2018

Marah



“Sebaik-baiknya orang adalah dia yang bisa menahan marah, selagi diriya sangat marah”

Satu kutipan yang membuat aku merasa kalau marah itu sebenarnya masih bisa di kendalikan, kalau bukan diri sendiri ya siapa lagi?

Marah adalah hal yang sangat manusiawi, setiap orang rentan banget terkena apa yang namanya “Marah”. Hal- hal yang menyebabkan terjadinya marah ini ada banyak banget, dampak yang di timbulkan dari rasa Marah ini juga banyak banget dan kalau seseorang ngga bisa mengendalikan rasa marah nya, bisa berujung hal- hal yang mengerikan.

Berapa banyak barang yang rusak, di banting, di lempar untuk meluapkan rasa marah?
Berapa banyak energy yang dihabiskan untuk memaki, dan berapa banyak kata-kata kotor yang keluar saat lidah dikendalikan oleh emosi.

Yang lebih ngerinya lagi, berapa banya nyawa yang di korbankan karena rasa marah?

Aku pernah, bahkan sering menghadapi orang-orang yang sedang marah. Mereka bermacam-macam dalam mengekspressikan rasa Marahnya. Ada yang meninggikan nada dan volume bicara, dengan tatapan tajam dan makian tidak manusiawi. Ada juga yang melemparkan segala benda yang ada di dekatnya, beruntung aku belum pernah melihat secara langsung bagaimana orang melakukan tindak kekerasan karena marah.

Meskipun marah adalah hal yang wajar, tapi rasanya jika sampai harus berujung cideranya orang lain, atau bahkan hilangnya nyawa itu adalah hal yang keterlaluan. Kemarahan itu seperti api yang membakar Kayu sampai habis tak tersisa. Kemarahan yang meledak-ledak akan berujung petaka.
Coba di pikir ulang, setelah meluapkan rasa marah dengan memaki, membuat orag merasa sakit hati atau terhina. Melukai fisik ataupun perasaan seseorang yang membuat kita marah, apa yang kita dapatkan?

Apa yang di dapatkan dari rasa marah itu?

Bukankah kita diciptakan bersama dengan otak dan juga hati nurani? Semarah apapun kita, semenjengkelkan apapun situasinya, bisakah sejenak kita menggunakan hati nurani kita untuk tidak melukai orang lain?

Sayangnya, saat marah orang-orang seperti kerasukan setan. Entah setan yang datang dari mana, mereka menjelma menjadi mahluk paling tidak berperasaan di dunia.
Semoga saja Tuhan selalu melinungi kita dari rasa marah yang membabi buta.


Mengulang

               Tidak ada yang istimewa untuk di ulang

                Atau memang tidak seharusnya di ulang

                Karena yang terus berulang akan menjadi sangat membosankan

                Meski terselip keinginan kecil untuk mengulang

                Tapi sederhana lebih baik, tidak perlu saling mengucap

                Atau memperingati secara berlebihan

                Cukup mendoa, mengulang doa, dan terus berdoa

                Agar Yang Maha kuasa memberikan izin pada semesta untuk mempersatukan kita

                Selamat mengulang tanggal

Tidak Pernah Cukup



Kadang definisi dari kata “Cukup” ini bikin aku bingung. Saat seseorang mengatakan cukup, itu takarannya seperti apa? Dan keresahan serta rasa jengkel kembali mengusik saat semua yang aku lakukan terasa tidak pernah “cukup” untuk orang lain. Padahal seingatku, aku sudah sangat berusaha, sudah sangat mengorbankan waktu, Tenaga dan juga pikiran untuk bisa meringankan bebannya. Aku bahkan tidak mengeluh, tidak meminta seperti kebanyakan anak lainnya yang minta uang jajan bulanan, minta uang untuk jalan-jalan, minta uang untuk nyalon, untuk nongkrong atau untuk berfoya-foya.  Aku tidak pernah melakukan semua itu. Bahkan dengan rasa lelah sekalipun, aku tidak pernah mengeluhkan hal itu pada mereka, karena aku rasa aku sudah cukup dewasa untuk menanggung semuanya sendirian meskipun kadang aku juga butuh sandaran, butuh bahu untuk menangis, dan butuh seseorang yang mau memeluk dengan erat sambil berakata “You are the best, you doing you’re best”
Setidaknya kata-kata seperti itu akan membuatku kembali bersemangat saat aku lelah, saat aku merasa sangat bosan dan sangat ingin berhenti dari rutinitas sehari-hariku. Seharusnya mereka mengatakan itu, untuk mendukungku secara emosional. Bukan malah membuatku merasa tidak berguna. Aku tidak mengerti mengapa beliau selalu memintaku untuk mencari yang lebih baik, lebih besar , lebih menguntungkan, padahal sudah ratusan kali aku memberikan pemahaman bahwa aku tidak bisa seperti itu bukan karena tidak mau, tapi karena waktu yang masih terikat dengan kewajibanku sebagai pelajar dan mengejar gelar. Aku tidak mengerti bagaimana aku selalu dirasa tidak cukup untuk membantunya meringankan beban. Yang kudengar setiap hari hanya keluhan, rintihan, dan ratapan, membuatku semakin merasa sangat tidak berguna.
Kupikir seharusnya beliau mengerti kondisi ku yang tidak memungkinkan ini untuk meringankan seluruh bebanya, kalau hanya separuh atau sebagian aku masih sanggup makanya kenapa sampai sekarang aku masih bertahan disana. Karena rasanya aku tidak ingin menambah beban di pundaknya, tapi ternyata usaha yang selama ini ku lakukan seperti tidak pernah cukup. Aku tidak mengerti kenapa yang aku lakukan selalu saja tidak pernah cukup, padahal jika beliau ingin meminta lebih seharusnya beliau paham aku harus meninggalkan dunia pendidikanku jika memang materi semata yang dicari.
Bukankah semua ada waktunya? Saat lulus nanti, aku akan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dengan penghasilan yang lebih besar. Yang tentunya akan sangat meringankan beban beliau, jadi beliau tidak perlu risau akan biaya ini itu, karena aku bisa mengurusi diriku sendiri. Bukankah itu nanti ada waktunya, karena sekarang mungkin memang belum waktunya. Kenapa tidak sedikit bersabar dan mensyukuri apa yang sudah aku miliki sekarang?

Mungkin memang seperti itu tabiatnya manusia, tidak pernah merasa cukup dengan karunia yang sudah Tuhan berikan. 

Selasa, 02 Januari 2018

Kilas Balik 2017



New year come!!
Sebelum membuat harapan dan resolusi untuk tahun 2018 ini aku pengen baget buat kilas balik 2017, kaya apa aja yang udah aku lakukan setahun kemarin, hal-hal apa aja yang udah aku lewati ditahun kemarin, dan juga progress apa yang membawa aku sampai disini. I  think 2017 kemarin adalah tahun dimana kerasa banget paling banyak struggle, paling banyak bulan dimana ngerasa down, stress level max, kehilangan semangat, kehilangan orang, barang, dan juga bahkan sampai di titik dimana ngerasa hopeless banget buat hidup. But well, ngga semua bulan berlalu dengan buruk ada juga beberapa hal yang patut di syukuri, hal-hal kecil yang emang kadang luput dari perhatian yang padahal memberikan impact besar banget buat kehidupan aku sekarang.
Let’s start form januari, di awal bulan ini the mos unforgettable moment adalah ketika aku berada di semester 3 dan ikut program observasi budaya yang diselenggarakan kampus, satu angkatan mengobservasi budaya baduy , salah satu suku unik yang tinggal di lebak banten. Disana orang-orangnya benar-benar memegang adat leluhur, mulai dari cara hidup dan juga cara berpakaian. Mereka sama sekali ngga menggunakan pakaian seperti orang pada umumnya, tapi mereka punya pakaian yang mereka buat sendiri. Mereka juga ngga menggunakan listrik unuk kehidupan mereka, jauh dari teknologi dan transportasi, observasi yang dilakukan 2 hari semalam itu cukup membuat sangat lelah dan merasakan banget gimana sulitnya hidup tanpa listrik. Hebat banget ya, saat orang –orang sudah sangat kecanduan teknologi dan internet hidup mereka seperti nya damai banget tanpa tercampur dengan hal-hal seperti itu. That’s was really amazing moment tapi aku ngga betah lama-lama disana
Februari, kamu tahu gimana rasanya kehilangan barang yang beli nya tuh pakai uang hasil kerja keras kamu sendiri? Nah! Di bulan februari musibah itu datang . Motor mio matic merah yang aku beri nama si Maroon, harus menghilang dari pandangan. Memang sih kalau di pikir pikir itu keteledoran dan kecerobohanku sendiri karena lupa mencabut kunci motor yang menggantung di bagasi, waktu itu aku memarkirkan motor di kantor kecamatan cisaat untuk melakukan PKL Harian salah satu bank yang kerja sama dengan kampus. Saat ngeliat orang-orang memakai sepatu pantopel, dan aku satu satunya orang yang pake sepatu sport adidas entah kenapa jadi ngerasa ngga pede dan pengen ganti sepatu, kebetulan di bagasi motor aku menyimpan flatshoes, jadi yasudah aku mengganti sepatuku waktu itu dan menaruh sepatu adidas putih kesayanganku itu dibagasi motor. Dan saking rusuh serta di buru-buru untuk masuk ke dalam aku sampai lupa mencabut kunci itu, aku masih ingat bagaimana reaksi ku sendiri saat menyadari motor yang sudah 1 tahun menemani itu hilang begitu saja, enak banget ya orang yang ngambil udah dapet motor beserta kunci, helm dan juga sepatu adidas di dalamnya. Semoga Tuhan membalas semua perbuatan orang itu, dan memberikan pengganti untukku, Amin.
Maret, Hmmmm.
Hmmm ini adalah bulan dimana aku ketemu si kampret, aku nggak mau cerita lebih detail soal si kampret itu, intinya meski begitu di bulan maret itu aku ketemu dengan dantriya, sahabatku yang tinggal di Bandung dan rasanya sangat menyenangkan bisa main dan jalan-jalan dengan dia. Keliling braga di sabtu malam, foto foto di alun-alun, jalan jalan pagi di car free day dago. Si kampret juga membawaku ke tempat yang selama ini begitu aku ingin kunjungi, Farm House lembang disana kita ngaish makan kambing-kambing yang lucu, juga pergi ke floating market untuk melihat view yang bener-bener keren, suasana lembang dan kabutnya sore itu masih melekat di pikiranku. Oke, that’s most beautiful moment di bulan februari.
April, kalau ngga salah di bulan ini aku juga melakukan hal yang menurut ku wow banget. Yaitu membawa si kampret ke rumah dan memperkenalkan dia secara resmi pada keluargaku, karena dia yang maksa dan waktu itu ku pikir dia emang laki-laki baik aku masih ingat gimana setressnya aku memikirkan reaksi orang tuaku, parno dengan segala kemungkinan yang mungkin ngga sesuai dengan harapan. Dan ternyata keputusan ku buat bawa si kampret ke rumah adalah salah besar, jujur aku nyesel harusnya bukan dia yang aku bawa ke rumah untuk di kenalkan pada orang tuaku, sialan.
Mei, bulan yang sangat penuh dengan penderitaan. Bulan dimana aku merasa sangat hopeless dengan semua perjuangan yang udah aku lakuin buat si kampret. Padahal bulan ini kalau di pikir-pikir banyak banget pengalaman yang aku dapet, dan seharusnya aku syukuri. Aku dan teman sekelasku bisa ikut serta di acara Himpunan mahasiswa ilmu komunikasi se jawa barat yang waktu itu di adakan di jatinangor unpda, fasilitas penginapan yang mereka kasih itu bener-bener keren, harusnya aku menikmati waktu itu tapi yang aku lakukan Cuma gelisah, galau, ngga fokus, nangis gak jelas dan melakukan hal –hal yang sebenernya percuma. Di acara itu aku juga ketemu banyak orang baru, dan dapat temen baru, temen sekamar ku yang tidur di unpad center , dia orang nya baik dan menyenangkan, seharusnya aku juga bersyukur untuk itu. Aku masih ingat gimana aku menyiksa diriku sendiri dan membuat diriku sendiri terlihat sangat menyedihkan, memohon waktu pada si kampret untuk mau menemui aku di Bandung. Bahkan sampai rela menyusul ke tempat tinggal dia yang padahal aku sendiri lupa jalannya, bermodal nekat dan bantuan temannya dia (Mila, makasih banget untuk waktu itu) dan menurutku itu adalah hal ter ngga waras yang pernah aku lakuin di tahun 2017.
Masih di bulan Mei, aku juga dapat kabar kalau aku keterima kerja di Dominos Pizza. Dulu aku melamar kesana Cuma iseng, bahkan berkas yang aku kasih sama sekali nggak lengkap, aku tahu soal info loker Itu dari Euis, teman baikku. Waktu itu tokonya masih dalam proses pembangunan, da nada ratusan orang yang daftar untuk melamar, aku ngga terlalu berharap banyak bisa keterima tapi nyatanya malah aku yang diterima dan temanku tidak.  Setelah Join dengan Dominos aku ikut Training, masih ingat banget gimana rempongnya pergi ke Bogor sendirian dengan tas besar berisi perlengkapan buat selama training disana. Dari Bogor, aku di jemput ke Depok oleh Pak Aziz Supervisor yang sangat baik sekali, rencana untuk training di Bogor pun berubah menjadi di Depok, akhirnya kita menetap disana untuk beberapa Minggu menjalani Training.
Dan disaat – saat training adalah bulan puasa, aku menjalani puasa pertamaku tidak bersama keluarga. Ngerasain gimana malasnya cari makanan untuk sahur, untuk buka puasa dan ngerasain banget gimana setressnya training. Padahal sebenarnya suasananya menyenangkan, teman-teman satu kosan ku tidak ada yang bermasalah mereka semua orangnya menyenangkan meski awalnya aku merasa parno ngga bisa beradaptasi, Supervisor, manager, dan seniornya pun sangat baik. Tapi, lagi-lagi hal bodoh yang terjadi adalah aku membuat diriku sendiri ngga Fokus dengan trainingku, Bulan ini aku dan si Kampret berakhir , dengan pecundangnya dia mengirim pesan kalau dia nggak bisa lagi mengabari aku. Aku akui, aku sempet dibuat hampir gila karena menanggung semuanya sendirian padahal aku masih harus menjalani trainingku, dan bulan ini berkali-kali aku menangis , menahan kesal dan bertanya-tanya kenapa si kampret bisa seperti itu.
Juni , Masih bulan yang penuh dengan perjuangan. Apalagi bulan ini adalah ujian akhir semesterku, disaat aku harus fokus belajar menghapal standart operational kerja, aku juga harus membagi otak untuk menghafal materi kuliah,belum lagi perasaan ku yang sedang kacau balau. Yang terkeren adalah aku harus bulak balik Sukabumi – Depok untuk ujian dan juga training, sendirian. Sedikit lucu ketika aku pertama kali naik KRL dan kebingungan mencari gerbong kereta, belum lagi membeli tiket di Vending Machine yang rasanya ribet banget. That’s really unforgettable moment , I feel so many hurt and pain.
Juli, Kembali ke Sukabumi karena Toko harus segera buka padahal kita hanya baru melakukan training beberapa minggu saja. Pengalaman ter-keren yang pernah ada ketika Toko di serbu banyak pelanggan , itu sangat di luar ekspekstasi ku pikir saat grand opening tidak akan seramai itu tapi nyatanya sampai membuat semua crew kewalahan, aku masih ingat dengan jelas bagaimana rusuhnya dan bagaimana keteterannya semua orang. Badanku rasanya sudah mau remuk, naik turun tangga mempersiapkan box yang habis dalam sekejap, suara juga hampir habis, pulang ke rumah benar-benar punya waktu hanya untuk tidur karena badan dan kaki sakit semua. Dan sialnya di anatara sibuk yang semakin menggila, ingatanku soal si kampret masih melekat.
Agustus, The Most kampret & Sweet moment ever!! Tahun 2017 ini, usiaku berkurang menginjak angka 21 dan kado terindah aku dapatkan di ulang tahun kali ini. Pak Aziz mengerjai aku habis-habisan, bersama Bang rici, Bang Angga, Bang Vandi, Bang Joni, Risyad, Kak Ningrum dan abang abang lainnya yang tidak bisa aku ingat semua. Siang harinya aku ketemu dengan costumer yang sangat menyebalkan dan cukup membuat aku sangat badmood, seharian itu juga Pak Aziz mengome nggak jelas dia bahkan menahan aku pulang menyuruh aku menghitung uang recehan yang tidak ada habisnya, mengatai aku ngga pinter-pinter bahkan menyuruh aku mengelap semua kaca, gila aja waktu itu udah jam 12 malam dan dia masih menahan aku untuk ngelap kaca. Sebenernya aku sedikit sadar saat gerak gerik mereka mulai mencurigakan, aku bahkan hampir menangis dan mencoba untuk menahannya. Aku mengelap kaca sampai jam setengah 1 malam, kak Ningrum tiba-tiba menyuruhku untuk berfoto karena dia katanya besok mau pulang ke Jakarta, akhirnya kami semua berkumpul untuk foto dan tiba-tiba dari belakang seseorang membanjurku dengan air, dan menaburi ku dengan cornmill.
“Happy Dina day!!” Begitu teriak mereka sambil tertawa, sialan! Mereka membuat aku masah kuyup tengah malam. Tapi sungguh, aku ngga menyangkan mereka se peduli itu terhadap ulang tahunku, Pak Aziz juga memberikan aku hadiah berubah Mozarella crust, nggak hanya sampai disitu di rumah juga aku diberikan kejutan oleh adik-adik dan keluargaku . Mereka mendekor kamarku, ada kue redvelvet dan kue tart disana , ibu juga memberiku kado sebuah mukena. Sumpah, itu ulang tahun ter epic yang pernah ada. Dan satu lagi, seseorang tiba-tiba mengucapkan selamat ulang tahun lewat privat chat. Dan mulai hari itu, ingatanku soal si kampret pudar, mulai hari itu aku sunggu ngga lagi peduli dengan si kampret.
Agustus jadi bulan dimana aku benar-benar merasa kembali hidup, kembali bernafas dengan normal, kembali menjalani aktivitas ku tanpa bayang bayang si kampret. Seorang Dipping Sauce sudah berhasil membuat perhatianku teralihkan, sebut saja dia Dipping Sauce karena di hari ulang tahunku dia memberikan ku hadiah Dipping Sauce. Sebenarnya aku ngga mau menceritakan detailnya soal Dipping Sauce, tapi intinya bulan Agustus ini menjadi bulan dimana aku merasa sangat beruntung bisa dekat dengan Dipping Sauce meskipun kita berakhir tidak sesuai dengan harapan.
September, adalah bulan yang penuh dengan kegelisahan dan tanda Tanya, meskipun akhirnya di bulan ini sedikit demi sedikit pertanyaanku soal Dipping Sauce bisa terjawab. Dia kembali ke kota asalnya tinggal, dan kami berpisah di tanggal 19. Aku masih ingat bagaimana hari terakhir ku dengan dia di Sukabumi. Padahal Dipping Sauce berhasil membuat aku benar-benar Move on dari si Kampret, akan lebih sangat menyenangkan kalau akhirnya aku bisa bersama Dipping Sauce.
Oktober, Masa transisi sama seperti saat aku ingin begitu melupakan si kampret, aku melakukan pekerjaan yang begitu banyak, sibuk dengan aktivitas kuliah, olahraga dan aktivitas lainnya yang bisa membuatku mengalihkan perhatian atas Dipping Sauce, aku bahkan senang bisa pergi jalan-jalan ke kota tua dengan Euis. Tapi nampaknya semua kesibukanku tidak membuat aku lupa akan Dipping Sauce, Sampai akhirnya Tuhan membuat mataku terbuka,Dia menunjukan padaku kalau aku tidak usah lagi mengharapkan Dipping Sauce, kalau aku lebih baik untuk melanjutkan hidupku seperti sebelum aku mengenal dia. Meskipun sakit, tapi terimakasih Dipping Sauce sudah menyembuhkan luka , merawat aku dengan baik dan juga memberikan kenangan indah walaupun sangat singkat. Semoga kebaikanmu di balas oleh Tuhan. Aku sudah berdamai dengan kenyataan sekarang.
November, Lembaran baru!
Seseorang bilang cerita terindah adalah saat kamu bertemu seseorang yang tak terduga di situasi yang tidak terduga juga. My Black warrior, My Chocolava, tapi aku lebih senang memanggilnya MyF dan orang-orang yang mengenalnya juga memanggil dia MyF. Dengan tiba-tiba dia mengajak aku untuk berkomitmen menjalani hubungan yang serius, aku sempat ragu tapi akhirnya aku bisa menerima dia entah kenapa, mungkin karena aku menyukainya. Semakin hari semakin mengenalnya semakin membuat aku bisa menjalani kehidupanku yang utuh. Mungkin benar, kita akan di pertemukan dengan beberapa pecundang sampai akhirnya kita bertemu seseorang yang tahu bagaimana cara menyayangi kita dengan benar, dan aku harap MyF tidak seperti para pecundang sebelumnya. Dia juga membawaku ke tempat-tempat yang indah dan tak terlupakan, jalan-jalan di Jakarta malam, sampai tangerang , berkenalan dengan orang tuanya, melihat Curug Cigamea, dan hal- hal menyenangkan lainnya. Dia mengorbankan waktu, uang, tenanga dan segalanya untukku. So Lucky to have you now
Desember, Hari ku masih begitu –gitu saja. Di penghujung Desember ini kami harus berpisah dengan Pak Aziz yanh sedari tadi ku ceritakan. Dia harus kembali Bogor, aku tidak terlalu merasa kehilangan seperti saat Dipping Sauce kembali ke kota nya. Meski bagaimanapun Pak Aziz sudah sangat berkontribusi banyak untuk toko, untuk crew yang lain dan semga ilmu yang dia ajarkan bermanfaat, semoga Pak Aziz selalu di berikan kelancaran untuk karirnya, dan juga jodohnya. Amin.
That’s was amazing moment at 2017. Sebenarnya masih banyak hal hal lain, tapi aku melakukan kilas balik untuk moment yang benar benar menyakitkan dan berkesan. Memang banyak hal yang menyakitkan, aku melalui banyak hari dengan perjuangan dan air mata, tapi pada akhirnya aku harus sadar kalau kebahagiaan juga selalu mengiringi ku setiap harinya. Dan aku bersyukur atas segala yang terjadi pada kehidupanku. Selalu ada hikmah di balik cerita, dan ngga selamanya kita merasa sakit, begitupun senang karena hidup memang harus seimbang.
Semoga tahun 2017 ini bisa membuatku tumbuh menjadi sosok wanita yang lebih dewasa, yang lebih kuat dalam menghadapi segala kenyataan yang terjadi. Dan semoga apa yang di inginkan dapat tersemogakan di waktu yang tepat. Semoga tahun 2018 ini , aku menjadi versi terbaik atas diriku dan tidak menyia nyiakan waktu untuk hal yang tidak seharusnya aku pikirkan dan aku urusi.






Selasa, 26 Desember 2017

Drama

Beberapa hari ke belakang aku mengeluhkan soal hari-hariku yang biasa saja, semuanya berjalan seperti biasa. Menjalani rutinitas yang itu-itu saja, tidak ada hal menarik untuk diceritakan pada siapapun. Fokusku hanya sekedar urusan kuliah - kerja, kuliah- mengerjakan tugas- kerja , kuliah-mengahdapi ujian semester. Sangat sangat membosankan.

Tiba-tiba sebuah Drama terjadi, saat aku sedang bosan-bosannya dengan rutinitasku. Aku sendiri tidak tahu haru memberi judul apa pada Drama ini, atau melabeli genre apa. Ceritanya sangat klasik, aku pernah baca tulisan Fiersa besari yang mengatakan kalau di Indonesia ini sudah semacam tertanam budaya turun menurun soal "Membenci mantannya pacar" Bukan membenci "Mantan pacar". Seorang Pacar akan tiba-tiba membenci masa lalu Pacar nya (Mantannya) padahal mereka tidak saling mengenal dan ada urusan apapun.

Mula-mula mereka akan mencari nama "Mantannya pacar" di sosial media lalu melakukan Stalking, melihat satu persatu foto dan tulisan atau status yang pernah dibuat. Dengan cemas mencari apakah masih ada foto yang berhubungan dengan pacarnya, atau status yang masih ada komentar dengan pacarnya. Fase kedua adalah membandingkan diri, mereka akan tergerogoti rasa penasaran atau yang anak muda jaman sekarang bilang adalah "Kepo", mereka akan kepo soal status sosial mantannya pacar, dimana dia tinggal, dimana dia sekolah, dimana tempat tongkronganya, barang bermerk apa yang mereka kerjakan dan seberapa hebat kah mantanya pacar di bandingkan dengan dirinya.

Kita masuk di fase keiga yaitu "Pengakuan" biasanya orang-orang seperti ini sangat konyol. Berbagai cara mereka lakukan agar si "Mantannya pacar" ini diakui sebagai seseorang yang sudah bahagia bersama laki-laki/perempuan yang dulu pernah bersama. Metode klasik nan konyol yang dilakukan adalah dengan bom like pada akun media sosial. Misalkan saja tiba-tiba kamu mendapat notifikasi 99Like dari sebuah akun instagram/Facebook yang tidak kamu ketahui siapa itu.

Setelah kamu notice kamu akan men-klik profil akun terserbut, biasanya disana sudah disiapkan foto bersama pacar (mantan kamu) supaya kamu lihat dan berpikir "Oh, ini pacar baru nya dia"
Atau yang lebih kurang kerjaan adalah ketika mereka tiba-tiba men-follow akun media sosialmu, meminta follback, men-add friend dan lain sebagainya dan yang lebih ngeri nya lagi adalah ketika mereka tiba-tiba mengirimi kamu pesan.

"Eh, aku pacarnya sarjono yang baru"

Terus saat kita ada di posisi ini, reaksi apa yang harus kita tunjukan?

Wait, sebelumnya aku mau bahas dulu. Kalau hal seperti ini terjadi karena si mantan masih suka menghubungi, atau masih suka genit-genit kirim chat sih ya wajar pasti si pacar barunya itu tidak ingin kalau mantannya merebut kebahagiaan dia. Well, aku sangat mengerti

Tapi kalau misalkan di mantan nya ini diam-diam saja, adem-adem saja bahkan sudah tidak pernah lagi menghubungi atau berurusan dengan orang itu. Lantas apa yang mau diributkan? Perlukan pengakuan itu? perlukah dia tahu? perlukan dunia tahu kalau mereka adalah orang yang sekarang berstatus sebagai pacar baru nya? Sangat konyol.

Please, itu baru prolog.
Jadi beberapa hari yang lalu seorang perempuan tiba-tiba saja mengirimi direct massage via instagram, dia mengirim fotoku yang aku unggah di instagram dan itu sudah sangat lama sekali. Untuk menemukan foto itu kamu harus melakukan Scroll down dan mencari diantara ratusan foto lainnya yang sudah aku unggah. Wow, niat banget sih ini cewek
Sebegitu gabutnya kah kahidupan kamu sampai rela meluangkan waktu untuk melakukan scrolldown hanya untuk mengajukan pertanyaan retoris?

"Ini jaketnya si kampret ya?" Begitu isi direct massage nya , wait sebut saja nama laki-laki brengsek dan tidak tahu diri itu si kampret. Dan emmh perempuan ini aku namai si Drama Queen. For your information itu adalah fotoku yang dulu di snap oleh si kampret dan kebetulan aku sedang menggunakan jaket si kampret karena dia yang menawariku untuk menggunakan jaketnya berhubung hujan dan cuacanya sangat dingin.

Jujur saja waktu mendapatkan direct massage ini segala macam perasaan bercampur, kesal, emosi, ingin ketawa juga ada.

"What the hell is this?"

Sudah tahu itu jaketnya si kampret untuk apa dia masih tanya-tanya. Oh ya, beberapa bulan lalu juga dia sempat melakukan Like di Video yang aku unggah saat aku masih dengan si kampret. Sekali lagi, sebegitu tidak ada urusan lainkah di hidup kamu sampai yang begituan saja di urusuin?

Perlu ku jelaskan, aku bukan tipe orang yang mudah diatur atau diperintah. Aku melakukan apapun dengan inisiatifku sendiri. Aku ingin mengunggah foto atau video apapun di akun media sosialku itu adalah hak ku dan tidak ada satu orang pun yang berhak untuk melarang, logika ku selama itu tidak menyinggung agama dan ras manapun, Tiba-tiba dia seakan menyuruh aku untuk menghapus foto-foto yang masih ada hubungannya dengan si kampret. Dan dia piki setelah di perintah seperti itu aku akan menurutinya?

Well, aku malah orang yang bisa di bilang ngeyel. Saat dia menyuruhku seperti itu, aku malah semakin ingin melakukan hal-hal yang membuat dia kesal. Intinya dia menanyakan kapan aku akan mengembalikan jaketnya si kampret, dia juga mengklaim bahwa jaket itu adalah pemberiannya pada si kampret.

Dulu sekali aku memang berniat untuk mengembalikan jaket itu pada si kampret melalui temannya, karena dia tinggal di kota yang berbeda denganku tadinya memang mau aku kirim kesana. Tiba-tiba aku menjadi sangat sibuk oleh urusan kuliah dan pekerjaan, kalaupun ada waktu luang lebih sering aku gunakan untuk istirahat atau liburan dan bersenang senang dengan teman-temanku. Niat ku untuk mengembalikan jaket itu jadi sirna aku bahkan lupa kalau jaketnya masih ada padaku, meskipun sesekali pernah ku gunakan waktu musim hujan. Bukan untuk mengenang, tapi karena jaketnya waterproof jadi ya lumayan saja.

Tapi setelah si Drama Queen ini mengirimiku direct masssage aku jadi tidak ingin mengembalikannya, aku malah ingin membuangnya dan menunjukan padanya kalau jaket itu sudah ku buang. Aku ingin melakukan hal jahat, meskipun kejahatan yang si kampret dan si Drama queen ini tidak sebanding dengan apa yang akan aku lakukan padanya.

Dear Drama Queen

Aku tidak kenal kamu
Aku tidak punya urusan denganmu dan aku tidak tertarik untuk berurusan denganmu, soal apapun itu apalagi soal si kampret.
Jangan kamu pikir degan aku masih menyimpan jaket si kampret aku masih ada perasaan atau harapan padanya. Aku bahkan sudah tidak perduli kamu mau melakukan apa dengan si kampret, mau jungkir balik, mau menikah , mau keliling kota bawa obor atau apapun itu sungguh tidak peduli. Jangan kamu pikir dengan membuka Lock instagram kamu, aku berminat untuk mampir dan lihat lihat betapa sudah bahagianya kamu dengan si kampret sekarang.
Silahkan, itu kehidupan kamu dengan dia
Aku juga punya kehidupan dan banyak hal lain yang lebih penting untuk ku pikirkan, untuk ku urusi.
Betapa lucunya semua sikap konyol yang kamu tunjukan, aku sampai tak habis pikir kok bisa si kampret pacaran dengan bocah yang pemikirannya sempit seperti ini.

Jaketnya nanti malam akan ku buang, akan ku serta kan juga foto nya agar kamu marah dan jengkel melihat jaket pemberianmu untuk si kampret sudah ku buang. Kamu yang memulai Drama saat hidupku sudah tenang dan baik-baik saja, jika disini kamu menganggapku sebagai antagonis ya tidak apa-apa. Meskipun sebenarnya aku tidak perlu membalas perbuatan kalian, aku percaya Tuhan akan membalasnya. Tapi aku juga ingin ikut andil dalam menyakiti kalian. Oooppss, how antagonis I am right?

Yasudah, selamat berdrama. Silahkan berdrama berdua saja, tidak usah seret-seret aku

Selamat tinggal

Rabu, 20 Desember 2017

A Hard Time


Semua orang pernah melalui yang namanya “Waktu sulit” nggak hanya kamu, aku, bahkan orang yang terlihat sempurna kehidupannya sekalipun pasti pernah melalui yang Namnya waktu tersulit.
2 Hari yang lalu, sebuah kabar mengejutkan datang dari dunia K-pop. Jonghyun Lead vocal Grup Shinee baru aja diberitakan meninggal dunia karena bunuh diri dan sontak langsung jadi trending topic di media social, para fans nya seakan nggak percaya kalau Idol mereka udah nggak lagi ada di dunia dan mengakhiri hidupnya begitu aja. Ternyata sebelum memutuskan untuk bunuh diri, Jonghyun mengirim pesan sama kakak perempuannya yang seperti memberi kode kalau dia memang ingin mengakhiri hidupnya. Untuk kronologi lebih jelasnya, kamu bisa baca di portal berita manapun.

Disini aku nggak akan membahas detail soal kematian Jonghyun, atau seperti apa kronologisnya dan gimana caranya dia mengakhiri hidup. Yang pasti aku juga turut berduka cita meskipun aku nggak begitu mengenal dia, dalam artian aku memang nggak terlalu menjadi “fans fanatiknya”. Well, sempet juga ramai di media social soal orang – orang yang malah membandingkan kematian Jonghyun yang menghebohkan sama soal ribuan orang yang juga meninggal di palestian secara tragis. Celotehan-celotehan orang yang nggak punya etika dan hati nurani itu malah bikin gerah. Dan aku juga nggak mau bahas soal itu. Because it’s really annoying

Nggak ada satu orang pun di dunia ini yang melalui kehidupannya dengan sangat mudah, orang terkaya sekalipun mereka dulunya bahkan lahir dari keluarga miskin, orang nggak punya apa-apa bedanya mereka berjuang melewati segala waktu sulit sampai akhirnya mereka ada di puncak dan mereka worth it, karena mereka udah sangat struggle. Ketika di hadapkan sama waktu sulit, atau situasi yang membuat kita ingin menyerah rasanya emang Hopeless banget. Kayak kita mikir buat apasih kita hidup kalau Cuma buat ngerasain yang namanya penderitaan, buat apasih kita hidup kalau Cuma untuk dibuat bersusah –susah. Sampai akhirnya kita mikir kalau suicide tuh jadi solusi, setelah mati dan meninggalkan segala urusan dunia orang yang mengalami kesulitan ekonomi nggak akan lagi khawatir soal besok dia bakalan makan apa, orang yang mengalami kesulitan karena masalah keluarga nggak lagi harus di buat pusing dengan segala konflik dan pertikaian yang ada. Kalau bunuh diri jadi solusi mungkin sampai hari ini nggak bakalan banyak orang yang bisa bertahan hidup melalui waktu sulit.

You have to know that life is hard, hidup ini sulit nggak ada yang bilang kalau semuanya bakalan berjalan dengan mudah. Saat kamu duduk di bangku sekolah, orang tua kamu nuntut supaya kamu dapat rangking yang bagus dan kamu harus belajar dengan keras, melewati persaingan teman-teman sekelas kamu dan itu sulit, rasanya sulit untuk jadi juara satu di dalam kelas. Saat kamu lulus sekolah dan benar-benar terjun ke dunia nyata untuk mencari kerja, nggak ada yang mudah. Semua orang bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dengan upah yang di harapkan bisa memenuhi kebutuhan hidup. Lapangan kerja semakin sempit, persaingan semakin ketat sedangkan skill yang kamu punya mungkin standart aja dan atau bahkan di bawah standart, dan itu sangat sulit.

Banyak orang yang menganggur dan mengeluh mereka merengek sama Tuhan biar bisa dapat pekerjaan, sedangkan yang sudah bekerja pun kadang mereka lebih sering mengeluh. Tekanan dari boss, pekerjaan yang menumpuk dan menyita waktu serta pikiran, belom lagi fisik yang semakin lemas terkuras karena harus bekerja extra dan setumpuk problematika soal pekerjaan lainnya. It’s that mean everyone is battle fight you don’t know about. Sekali lagi, bukan Cuma kamu tapi semua orang, semua orang melalui waktu yang sangat sulit dan semua orang punya cara tersendiri dalam mengatasi hal itu.

Dan menurutku Suicide it’s a big deal. Seseorang memutuskan buat mengakhiri hidupnya itu karena dia udah bener-bener lelah dan nggak sanggup buat ngejalanin kehidupan dia. Tangan keiris pisau aja udah sakit, gimana rasanya mensukan pisau itu ke diri sendiri sampai nadi berhenti? Jatuh dari tangga aja sakitnya bukan main, gimana rasanya loncat dari atap gedung sampai tulang remuk dan nyawa melayang. Buuh diri bukan hal yang mudah, Cuma orang-orang yang berani melakukan hal se-menyeramkan itu.  Aku juga pernah ada di titik terendah, merasa banget kalau hidup aku ini udah sama sekali nggak ada artinya, bahkan sempet kepikiran buat “yaudah deh mending mati kalau gini” But, it’s just a thought, segimana stress nya dan sakitnya aku sama sekali nggak pernah berani buat bener-bener ngelakuin hal itu. Dan bisa kamu bayangkan gimana beratnya beban hidup dia sampai akhirnya dia memutuskan buat ngelakuin hal itu? Meskipun dalam agama manapun nggak ada yang membenarkan bunuh diri, nggak ada!

Untuk siapapun yang sedang melalui waktu yang sulit, please stay strong. Please keep belive that you’re not alone In this world. Kalau kamu ngerasa bahwa diri kamu adalah orang yang paling menderita di dunia, yuk coba tengok kanan kiri dan buka mata kamu disana kamu bakalan banyak melihat orang-orang yang juga berjuang, yang bahkan mungkin lebih menderita dari apa yang kamu alami sekarang. Intinya adalah bersyukur dengan apa yang kamu punya sekarang, keluarga, rezeki, pekerjaan, dan apapun itu harus kamu syukuri. Apapun agama yang kamu anut, ingat kalau Tuhan nggak pernah memberatkan umatnya, ingat kalau kamu punya Tuhan sebagai tempat untuk mengadu, beribadah dan minta tolong sama Tuhan agar kamu kuat menjalani kehidupan yang sulit ini. Jangan pernah menarik diri dan meratapi penderitaan kamu sendirian, you have a friend, family to talk about.


Untuk kamu yang sedang melalui waktu yang sulit, please hold on. Suatu hari saat semuanya berjalan seperti apa yang kamu inginkan, saat kamu sudah berhasil melaluinya kamu akan menengok ke belakang dan tersenyum bangga pada diri kamu sendiri kalau kamu berhasil, kamu berhasil mengalahkan rasa sakit atas penderitaan yang kamu alami. 

Senin, 18 Desember 2017

How Move On Really is

Menurut kamus besar bahasa inggris "Move" itu artinya bergerak
sampai detik ini aku belum menemukan "Move" yang berarti "Menghapus"
jadi kalau kamu masih berpikir "Move on" adalah "Menghapuskan" perasaan itu salah besar, That's maybe why you really cant do that things, "Move on"

Disini, aku bukan mau ngasih beberapa tips untuk Move on atau kiat-kiat supaya kamu lupa sama mantan pacar, mantan gebetan, mantan orang yang sempet kamu sukain tapi dianya nggak suka atau berbagai mantan yang pernah singgah di hati kamu dalam jangka waktu yang singkat maupun jangka waktu yang panjang.

Banyak orang (termasuk aku) yang mengeluhkan sulit nya Move on. Well, that's really hard thing to do apalagi nih posisinya saat kita lagi sayang-sayangnya lalu tiba-tiba ada pemutusan hubungan secara sepihak, dan salah satu faktor yang membuat kita susah untuk Move on adalah karena kita nggak terima. Kita nggak rela, dia pergi. Kita nggak nyangka kenapa orang yang mengaku sayang sama kita bisa berbuat hal semacam itu, dan kita nggak mau berdamai dengan kenyataan yang emang sebenernya harus kita hadepin.

Manusia adalah mahluk kebiasaan, rutinitas yang kamu lakukan dengan dia secara nggak sadar membuat kamu nyaman dan bergantung sama kehadiran dia. Lalu tiba-tiba saat perasaan dia untuk kamu sudah hilang, dia bisa pergi kapan aja bahkan tanpa permisi. Dan kamu? jadi satu-satunya orang yang Stuck di tempat. Semuanya jadi terasa berat, yang biasanya kamu selalu megobrol, denger cerita sehari-hari dia, dan juga tersenyum saat mendapat pesan teks dari dia, sekarang kamu harus menjalani kebiasaan baru tanpa kehadiran dia.

Sometimes, kamu bakalan kangen banget sama semua yang udah pernah kamu lakuin dengan dia. Bahkan nih parah nya hidup kamu bakalan terkesan Gloomy banget, tiap play lagu yang ngingetin ke dia, you chest will feel so heavy. Saat kamu harus jalan ke tempat yang dulu kamu sering kunjungi sama dia, kamu bakalan sebisa mungkin buat nahan air mata supaya nggak keluar. Ribet sih emang, dan semua itu butuh proses.

Nggak ada manusia yang bener-bener bisa lupa. Nggak ada manusia yang bener-bener bisa menghapuskan perasaan nya sama orang lain. Yang bisa kita lakuin cuma "Move" yang artinya bergerak. Sesakit apapun, se-sedih apapun kamu harus tetep bergerak jalanin kehidupan kamu like usual. Like when you before meet him/her. Emang sih, waktu habis di tinggal itu kita nggak bakalan bisa jalanin kehidupan kita dengan normal . Kalau memang ada orang yang habis putus tapi dia baik-baik aja dan nggak ngerasa sedih sama sekali, harus di pertanyakan tuh dimana letak hati nurani nya?

For a few days, A few week, A few month or ven A few years kamu bakalan ngerasa sangat sedih. Secara kamu harus terbiasa buat nggak peduli lagi, atau bahkan pura-pura nggak peduli dengan dia. Kamu dipaksa buat tetep berdiri tegar saat seseorang yang biasanya jadi sandaran kamu kini udah pergi.

Berapa lama nya waktu kamu bisa Move on is depend on yourself. Kamu bisa bikin diri kamu cepat move on atau bahkan Stuck untuk waktu yang sangat lama. Yang pasti sih niat, niatin diri kamu kalau kamu sangat layak untuk mendapatkan kehidupan sebaik-baik nya betapapun kamu ingin dia di hidup kamu. Dengan atau tanpa dia, hidup kamu bakalan baik-baik aja kok, ini semua cuma masalah waktu dan kamu yang bisa menentukan waktu itu.

Saat lagi terpuruk, kamu ingin nya cuma berbaring di tempat tidur. Kenangan-kenangan yang pernah kamu lalui sama dia selalu ngereplay dengan sendirinya di otak kamu, dan tiba-tiba pipi kamu basah dengan air mata, Otak kamu di penuh dengan pertanyaan "kenapa?". Well, itu fase yang sangat wajar yang kamu laluin setelah putus atau ditinggal pergi. Just let it out, jangan di tahan kalau memang kamu harus nangis ya nangis aja. That's mean we are human, dan kita punya hati.

Tapi setelah itu kita harus kembali bergerak. Sesakit apapun kaki kita harus tetap melangkah menjalani kehidupan, kamu masih harus tetap sekolah, belajar, bekerja, dan menjalani hari-hari kamu layaknya orang normal. Banyak orang bilang kalau kita sibuk, kita akan lupa dengan rasa sakit hati yang kita alami. Kalau buatku, itu seperti sama sekali nggak berlaku. Karena aku pernah dibuat begitu sibuk dari pagi hingga malam, dan sialnya aku masih selalu kepikiran dia but At least, fokus ku sedikit teralihkan.


Sekarang gini aja deh, sebelum kita meratapi kepergian dia. Yuk kita tanya sama diri sendiri, apa dia melakukan hal yang sama? Saat kamu menangis dan ngerasa sesak banget merasa kehilangan dia, apa dia melakukan hal yang sama? Saat setiap saat kamu memikirkan dia dan merindukan dia bahkan berharap dia akan kembali ke kehidupan kamu, apa dia menginginkan hal yang sama? 
You really wasting your time for someone who doesnt even care about your feeling. Rumus sederhana yang harus selalu kita pegang adalah kalau seseorang beneran sayang, beneran cinta sesulit apapun keadaanya sama sekali nggak ada alasan untuk pergi, kalau dia pergi berarti dia nggak sayang. So simple as that!

Saat kamu terus terusan berkabung, dia sedang bahagia dengan seseorang lain di sampingnya. Dia seyum, bahkan tertawa dengan orang lain yang dia suka. So, kenapa harus kamu sendirian yang mengingat dia dan menangisi kepergian dia? Life is too short to being fool like that dear.
Kita pantas kok buat dapat kebahagiaan yang sama, dia aja yang menyakiti kamu bisa bahagia. Masa kamu enggak? Kamu pantas untuk mendapatkan kembali kehidupan kamu yang normal, jadi supaya menjaga kamu tetap seimbang, pertama yang harus kamu lakukan adalah berdamai dengan kenyataan. Percaya aja, Tuhan mengambil dan menjauhkan sesuatu yang buruk untuk hidup kamu, jadi saat dia yang kamu sangka "terbaik" pergi, seharusnya kamu bersyukur, because that's mean god save you from wrong people.

Kedua, jalani aja hidup kamu. Kalau Fiersa besari bilang sih kamu terlalu agung untuk dikalahkan oleh rasa sakit. Dan kamu harus percaya kalau semua luka akan sembuh pada waktunya. Lalu waktunya kapan? Cuma kamu yang bisa menjawab pertanyaan itu.

Move on yang sebenarnya bukan terus menerus memposting foto di social media dengan pose senyuman paling lebar hanya untuk menunjukan kalau kamu baik-baik aja tanpa dia.
Move on yang sebenarnya bukan berarti kamu bisa dengan cepat mendapatkan pengganti untuk pelarian.

Buatku sendiri

Move on adalah ketika kamu tidak lagi penasaran soal kabar dia
Move on adalah ketika kamu harus mendengar namanya, atau melihat akun social media nya tidak ada lagi rasa sesak di dada
Move on adalah ketika kamu tiba-tiba mengingat semua kenangan yang pernah kamu lalui sama dia, perasaan mu biasa aja
Move on adalah ketika kamu bisa merasa nyaman bersama orang lain, tanpa kamu membanding bandingkan seseorang yang baru itu dengan dia
Move on adalah ketika kamu bahkan jadi lupa dengan tanggal jadian kamu dengannya, atau tanggal ulang tahunnya.
Move on adalah ketika dia tidak pernah sedikitpun berhasil mengusik pikiran kamu

Dan Move on adalah saat hati kamu sudah bisa berdamai menerima kenyataan yang pergi memang harus pergi, dan kamu tidak lagi menggenggam nya erat-erat karena kamu tahu hal itu cuma akan menyakiti diri kamu sendiri.

Untuk kamu, untuk siapapun yang sampai hari ini masih merasa sangat sulit untuk Move on, semoga kamu bisa cepat sembuh dan percaya kalau Tuhan sedang mempersiapkan seseorang yang lebih baik dari segi apapun, You deserve better!



Kapan Nikah?

            Memasuki usia 23 Tahun adalah berkah, sekaligus bencana. Diusia ini orang- orang sibuk bertanya “Kapan Nikah?” Aku yang aw...