Rabu, 20 Desember 2017

A Hard Time


Semua orang pernah melalui yang namanya “Waktu sulit” nggak hanya kamu, aku, bahkan orang yang terlihat sempurna kehidupannya sekalipun pasti pernah melalui yang Namnya waktu tersulit.
2 Hari yang lalu, sebuah kabar mengejutkan datang dari dunia K-pop. Jonghyun Lead vocal Grup Shinee baru aja diberitakan meninggal dunia karena bunuh diri dan sontak langsung jadi trending topic di media social, para fans nya seakan nggak percaya kalau Idol mereka udah nggak lagi ada di dunia dan mengakhiri hidupnya begitu aja. Ternyata sebelum memutuskan untuk bunuh diri, Jonghyun mengirim pesan sama kakak perempuannya yang seperti memberi kode kalau dia memang ingin mengakhiri hidupnya. Untuk kronologi lebih jelasnya, kamu bisa baca di portal berita manapun.

Disini aku nggak akan membahas detail soal kematian Jonghyun, atau seperti apa kronologisnya dan gimana caranya dia mengakhiri hidup. Yang pasti aku juga turut berduka cita meskipun aku nggak begitu mengenal dia, dalam artian aku memang nggak terlalu menjadi “fans fanatiknya”. Well, sempet juga ramai di media social soal orang – orang yang malah membandingkan kematian Jonghyun yang menghebohkan sama soal ribuan orang yang juga meninggal di palestian secara tragis. Celotehan-celotehan orang yang nggak punya etika dan hati nurani itu malah bikin gerah. Dan aku juga nggak mau bahas soal itu. Because it’s really annoying

Nggak ada satu orang pun di dunia ini yang melalui kehidupannya dengan sangat mudah, orang terkaya sekalipun mereka dulunya bahkan lahir dari keluarga miskin, orang nggak punya apa-apa bedanya mereka berjuang melewati segala waktu sulit sampai akhirnya mereka ada di puncak dan mereka worth it, karena mereka udah sangat struggle. Ketika di hadapkan sama waktu sulit, atau situasi yang membuat kita ingin menyerah rasanya emang Hopeless banget. Kayak kita mikir buat apasih kita hidup kalau Cuma buat ngerasain yang namanya penderitaan, buat apasih kita hidup kalau Cuma untuk dibuat bersusah –susah. Sampai akhirnya kita mikir kalau suicide tuh jadi solusi, setelah mati dan meninggalkan segala urusan dunia orang yang mengalami kesulitan ekonomi nggak akan lagi khawatir soal besok dia bakalan makan apa, orang yang mengalami kesulitan karena masalah keluarga nggak lagi harus di buat pusing dengan segala konflik dan pertikaian yang ada. Kalau bunuh diri jadi solusi mungkin sampai hari ini nggak bakalan banyak orang yang bisa bertahan hidup melalui waktu sulit.

You have to know that life is hard, hidup ini sulit nggak ada yang bilang kalau semuanya bakalan berjalan dengan mudah. Saat kamu duduk di bangku sekolah, orang tua kamu nuntut supaya kamu dapat rangking yang bagus dan kamu harus belajar dengan keras, melewati persaingan teman-teman sekelas kamu dan itu sulit, rasanya sulit untuk jadi juara satu di dalam kelas. Saat kamu lulus sekolah dan benar-benar terjun ke dunia nyata untuk mencari kerja, nggak ada yang mudah. Semua orang bersaing untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dengan upah yang di harapkan bisa memenuhi kebutuhan hidup. Lapangan kerja semakin sempit, persaingan semakin ketat sedangkan skill yang kamu punya mungkin standart aja dan atau bahkan di bawah standart, dan itu sangat sulit.

Banyak orang yang menganggur dan mengeluh mereka merengek sama Tuhan biar bisa dapat pekerjaan, sedangkan yang sudah bekerja pun kadang mereka lebih sering mengeluh. Tekanan dari boss, pekerjaan yang menumpuk dan menyita waktu serta pikiran, belom lagi fisik yang semakin lemas terkuras karena harus bekerja extra dan setumpuk problematika soal pekerjaan lainnya. It’s that mean everyone is battle fight you don’t know about. Sekali lagi, bukan Cuma kamu tapi semua orang, semua orang melalui waktu yang sangat sulit dan semua orang punya cara tersendiri dalam mengatasi hal itu.

Dan menurutku Suicide it’s a big deal. Seseorang memutuskan buat mengakhiri hidupnya itu karena dia udah bener-bener lelah dan nggak sanggup buat ngejalanin kehidupan dia. Tangan keiris pisau aja udah sakit, gimana rasanya mensukan pisau itu ke diri sendiri sampai nadi berhenti? Jatuh dari tangga aja sakitnya bukan main, gimana rasanya loncat dari atap gedung sampai tulang remuk dan nyawa melayang. Buuh diri bukan hal yang mudah, Cuma orang-orang yang berani melakukan hal se-menyeramkan itu.  Aku juga pernah ada di titik terendah, merasa banget kalau hidup aku ini udah sama sekali nggak ada artinya, bahkan sempet kepikiran buat “yaudah deh mending mati kalau gini” But, it’s just a thought, segimana stress nya dan sakitnya aku sama sekali nggak pernah berani buat bener-bener ngelakuin hal itu. Dan bisa kamu bayangkan gimana beratnya beban hidup dia sampai akhirnya dia memutuskan buat ngelakuin hal itu? Meskipun dalam agama manapun nggak ada yang membenarkan bunuh diri, nggak ada!

Untuk siapapun yang sedang melalui waktu yang sulit, please stay strong. Please keep belive that you’re not alone In this world. Kalau kamu ngerasa bahwa diri kamu adalah orang yang paling menderita di dunia, yuk coba tengok kanan kiri dan buka mata kamu disana kamu bakalan banyak melihat orang-orang yang juga berjuang, yang bahkan mungkin lebih menderita dari apa yang kamu alami sekarang. Intinya adalah bersyukur dengan apa yang kamu punya sekarang, keluarga, rezeki, pekerjaan, dan apapun itu harus kamu syukuri. Apapun agama yang kamu anut, ingat kalau Tuhan nggak pernah memberatkan umatnya, ingat kalau kamu punya Tuhan sebagai tempat untuk mengadu, beribadah dan minta tolong sama Tuhan agar kamu kuat menjalani kehidupan yang sulit ini. Jangan pernah menarik diri dan meratapi penderitaan kamu sendirian, you have a friend, family to talk about.


Untuk kamu yang sedang melalui waktu yang sulit, please hold on. Suatu hari saat semuanya berjalan seperti apa yang kamu inginkan, saat kamu sudah berhasil melaluinya kamu akan menengok ke belakang dan tersenyum bangga pada diri kamu sendiri kalau kamu berhasil, kamu berhasil mengalahkan rasa sakit atas penderitaan yang kamu alami. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kapan Nikah?

            Memasuki usia 23 Tahun adalah berkah, sekaligus bencana. Diusia ini orang- orang sibuk bertanya “Kapan Nikah?” Aku yang aw...