Sabtu, 08 Juli 2017

Karma

KARMA

"Tunggu aja karma nya"
"Karma itu ada, tenang saja nanti dia yang bakalan ada di posisi kamu"

Well

Karma adalah kata yang umum digunakan untuk mereka yang merasa sangat dirugikan,lalu seolah berharap
bahwa semua rasa sakitnya akan juga di rasakan oleh orang yang menyakitinya.

Di dalam agama yang aku anut, Tidak ada istilah Karma . Karena setahuku, Karma adalah apa yang ada dalam
ajaran agama lain.

Setahuku, ada yang namanya Pembalasan

"Dan setiap perbuatan akan ada balasan yang setimpal"

Atau teori teori lain seperti

"Apa yang kamu tanam adalah apa yang kamu tuai"

Dan juga

"Barang siapa yang mengerjakan kebajikan, maka itu untuk dirinya sendiri. Barang siapa
yang mengerjakan kejahatan maka itu akan menimpa dirinya sendiri . Kemudian kepada tuhanmu
kamu di kembalikan" QS. AlJasiyah:15

Aku percaya, setiap apapun yang kita perbuat adalah apa yang akan kita dapatkan kembali feedbacknya
Kadang hal ini mmebuatku sedikit lebih tenang saat seseorang dengan semena-mena nya menyakiti perasaanku
dan aku tidak perlu repot berkata kasar, melontarkan sumpah serapah yang mengutuk atau mendoakan yang buruk padanya

Tidak perlu sampai seperti itu'kan?

Serahkan saja semua pada yang Mahakuasa, Dia tidak pernah tidur . Biarkan orang yang menyakitku berperkara dengannya
dan aku hanya perlu menjalani hidupku dengan sebaik-baiknya .

Alternatif lain saat sesuatu yang buruk menimpamu terjadi adalah, melakukan intospeksi dan evaluasi

"Mungkin, aku diperlakukan begini karena dulu aku pernah memperlakukan seseorang percis seperti ini"

Aku bersyukur, Tuhan masih memberikanku kewarasan dalam berpikir . Dan hati yang terbuka untuk menengok kembali ke belakang
dan melihat hal apa saja yang pernah aku lakukan . Secara sengaja, atau tanpa sengaja
Dengan sadar, atau tanpa sadar mungkin--Tidak, sudah pasti aku menyakiti orang lain. Aku menyakitinya dan membuat hatinya terluka
Sehingga apa yang datang padaku hari ini, mungkin ini adalah apa yang memang harus aku terima

Untuk itu, Untuk siapapun yang hatinya pernah aku sakiti . Maaf, walau mungkin maaf tak bisa selalu menyembuhkan
tapi dengan tulus aku ingin meminta maaf atas luka yang pernah aku toreh.
Untuk siapapun itu, yang tak bisa kusebutkan namanya satu persatu

Maaf, karena aku manusia yang sangat berpotensi untuk menyakiti.

Dan juga aku sadar, semua manusia memang berpotensi untuk mengecewakan.

Jadi kecewa yang kuterima hari ini, akan ku telan bulat-bulat.

Dan semoga aku, kamu, kita, atau siapapun tak pernah lagi menyakiti hati orang lain setelah menyadari apa yang kita lakukan adalah salah

Salam!

21-2017

Setengah tahun sudah berjalan sejak kami menginjakan kaki di tahun 2017
apa bedanya dengan tahun-tahun sebelumnya?
Resolusi yang sudah direncanakan dari tahun 2016 seakan hanya menjadi tulisan belaka
yang realisasinya sangat sulit untuk dilakukan

Aku bilang, Tahun ini harus menjadi tahun yang lebih baik
Aku bilang, Tahun ini aku harus melepas semua rasa sakit
Aku bilang, Tahun ini aku tidak boleh melakukan kesalahan yang sama

Dan setengah dari satu tahun sudah habis

Aku merasa sepertinya sama saja dengan tahun - tahun sebelumnya
aku masih bodoh
aku masih jatuh di lubang yang sama
aku masih jadi bahan tertawa orang lain, bahkan bagian lain dari diriku juga menertawakan kebodohanku

Atau bahkan aku merasa tahun ini aku lebih buruk dari sebelumnya

Lebih dari 30 hari lagi usia ku akan berkurang
jatah hidup yang sudah Tuhan sediakan untukku akan diambil
1 tahun waktu yang aku punya untuk menjalani hidup, akan segera berkurang

Orang-orang umum menyebutnya dengan "Ulang tahun"
Meskipun aku tidak mengerti apa yang harus di ulang?
hal-hal yang sama dari tahun ke tahun, apakah harus juga di ulang?
Kini aku lebih suka menyebutnya, pengurangan jatah hidup.

21 Tahun

Aku mulai gelisah, mataku seperti baru saja mengerjap. Dan aku baru bangun dari tidur panjangku
Apa saja yang sudah kulakukan selama 21 tahun ini?
Buang-buang waktu untuk hal yang tidak perlu
menghabiskan uang pemberian orang tuaku untuk barang barang yang entah kemana bekasnya
bermalas - malasan dan bertingkah seolah aku berumur panjang
Mengalami kegelisahan panjang ketika seseorang mengusik kedamaian hatiku

WOW!

Kenapa aku menyadarinya kalau aku sangat menyia-nyiakan hidupku selama 21 tahun?
Aku menyesal, iya
Seharusny aku mengisi hari dengan melakukan hal yang bermanfaat .
Mempersiapkan bekal untuk berjalanan panjang tak berujung , karena maut bisa saja menjemputku kapanpun
Besok, lusa, Bulan depan, atau bahkan 5 menit setelah aku menulis ini .

Jika saja aku bisa terlahir kembali, sungguh aku akan melakukan hal-hal yang hanya bermanfaat
menyingkirkan segala yang tidak perlu
membuang jauh pikiran dan rasa benci pada mereka yang sudah menggoreskan luka

Jadi , dengan begitu anggap saja di umur yang ke 21 tahun ini
aku terlahir kembali

menjadi pribadi yang lebih cerdas dalam mengatur waktu

Semoga tuhan masih mengijinkan aku, bertemu di umur 21

Kapan Nikah?

            Memasuki usia 23 Tahun adalah berkah, sekaligus bencana. Diusia ini orang- orang sibuk bertanya “Kapan Nikah?” Aku yang aw...