Beberapa hari ke belakang aku mengeluhkan soal hari-hariku yang biasa saja, semuanya berjalan seperti biasa. Menjalani rutinitas yang itu-itu saja, tidak ada hal menarik untuk diceritakan pada siapapun. Fokusku hanya sekedar urusan kuliah - kerja, kuliah- mengerjakan tugas- kerja , kuliah-mengahdapi ujian semester. Sangat sangat membosankan.
Tiba-tiba sebuah Drama terjadi, saat aku sedang bosan-bosannya dengan rutinitasku. Aku sendiri tidak tahu haru memberi judul apa pada Drama ini, atau melabeli genre apa. Ceritanya sangat klasik, aku pernah baca tulisan Fiersa besari yang mengatakan kalau di Indonesia ini sudah semacam tertanam budaya turun menurun soal "Membenci mantannya pacar" Bukan membenci "Mantan pacar". Seorang Pacar akan tiba-tiba membenci masa lalu Pacar nya (Mantannya) padahal mereka tidak saling mengenal dan ada urusan apapun.
Mula-mula mereka akan mencari nama "Mantannya pacar" di sosial media lalu melakukan Stalking, melihat satu persatu foto dan tulisan atau status yang pernah dibuat. Dengan cemas mencari apakah masih ada foto yang berhubungan dengan pacarnya, atau status yang masih ada komentar dengan pacarnya. Fase kedua adalah membandingkan diri, mereka akan tergerogoti rasa penasaran atau yang anak muda jaman sekarang bilang adalah "Kepo", mereka akan kepo soal status sosial mantannya pacar, dimana dia tinggal, dimana dia sekolah, dimana tempat tongkronganya, barang bermerk apa yang mereka kerjakan dan seberapa hebat kah mantanya pacar di bandingkan dengan dirinya.
Kita masuk di fase keiga yaitu "Pengakuan" biasanya orang-orang seperti ini sangat konyol. Berbagai cara mereka lakukan agar si "Mantannya pacar" ini diakui sebagai seseorang yang sudah bahagia bersama laki-laki/perempuan yang dulu pernah bersama. Metode klasik nan konyol yang dilakukan adalah dengan bom like pada akun media sosial. Misalkan saja tiba-tiba kamu mendapat notifikasi 99Like dari sebuah akun instagram/Facebook yang tidak kamu ketahui siapa itu.
Setelah kamu notice kamu akan men-klik profil akun terserbut, biasanya disana sudah disiapkan foto bersama pacar (mantan kamu) supaya kamu lihat dan berpikir "Oh, ini pacar baru nya dia"
Atau yang lebih kurang kerjaan adalah ketika mereka tiba-tiba men-follow akun media sosialmu, meminta follback, men-add friend dan lain sebagainya dan yang lebih ngeri nya lagi adalah ketika mereka tiba-tiba mengirimi kamu pesan.
"Eh, aku pacarnya sarjono yang baru"
Terus saat kita ada di posisi ini, reaksi apa yang harus kita tunjukan?
Wait, sebelumnya aku mau bahas dulu. Kalau hal seperti ini terjadi karena si mantan masih suka menghubungi, atau masih suka genit-genit kirim chat sih ya wajar pasti si pacar barunya itu tidak ingin kalau mantannya merebut kebahagiaan dia. Well, aku sangat mengerti
Tapi kalau misalkan di mantan nya ini diam-diam saja, adem-adem saja bahkan sudah tidak pernah lagi menghubungi atau berurusan dengan orang itu. Lantas apa yang mau diributkan? Perlukan pengakuan itu? perlukah dia tahu? perlukan dunia tahu kalau mereka adalah orang yang sekarang berstatus sebagai pacar baru nya? Sangat konyol.
Please, itu baru prolog.
Jadi beberapa hari yang lalu seorang perempuan tiba-tiba saja mengirimi direct massage via instagram, dia mengirim fotoku yang aku unggah di instagram dan itu sudah sangat lama sekali. Untuk menemukan foto itu kamu harus melakukan Scroll down dan mencari diantara ratusan foto lainnya yang sudah aku unggah. Wow, niat banget sih ini cewek
Sebegitu gabutnya kah kahidupan kamu sampai rela meluangkan waktu untuk melakukan scrolldown hanya untuk mengajukan pertanyaan retoris?
"Ini jaketnya si kampret ya?" Begitu isi direct massage nya , wait sebut saja nama laki-laki brengsek dan tidak tahu diri itu si kampret. Dan emmh perempuan ini aku namai si Drama Queen. For your information itu adalah fotoku yang dulu di snap oleh si kampret dan kebetulan aku sedang menggunakan jaket si kampret karena dia yang menawariku untuk menggunakan jaketnya berhubung hujan dan cuacanya sangat dingin.
Jujur saja waktu mendapatkan direct massage ini segala macam perasaan bercampur, kesal, emosi, ingin ketawa juga ada.
"What the hell is this?"
Sudah tahu itu jaketnya si kampret untuk apa dia masih tanya-tanya. Oh ya, beberapa bulan lalu juga dia sempat melakukan Like di Video yang aku unggah saat aku masih dengan si kampret. Sekali lagi, sebegitu tidak ada urusan lainkah di hidup kamu sampai yang begituan saja di urusuin?
Perlu ku jelaskan, aku bukan tipe orang yang mudah diatur atau diperintah. Aku melakukan apapun dengan inisiatifku sendiri. Aku ingin mengunggah foto atau video apapun di akun media sosialku itu adalah hak ku dan tidak ada satu orang pun yang berhak untuk melarang, logika ku selama itu tidak menyinggung agama dan ras manapun, Tiba-tiba dia seakan menyuruh aku untuk menghapus foto-foto yang masih ada hubungannya dengan si kampret. Dan dia piki setelah di perintah seperti itu aku akan menurutinya?
Well, aku malah orang yang bisa di bilang ngeyel. Saat dia menyuruhku seperti itu, aku malah semakin ingin melakukan hal-hal yang membuat dia kesal. Intinya dia menanyakan kapan aku akan mengembalikan jaketnya si kampret, dia juga mengklaim bahwa jaket itu adalah pemberiannya pada si kampret.
Dulu sekali aku memang berniat untuk mengembalikan jaket itu pada si kampret melalui temannya, karena dia tinggal di kota yang berbeda denganku tadinya memang mau aku kirim kesana. Tiba-tiba aku menjadi sangat sibuk oleh urusan kuliah dan pekerjaan, kalaupun ada waktu luang lebih sering aku gunakan untuk istirahat atau liburan dan bersenang senang dengan teman-temanku. Niat ku untuk mengembalikan jaket itu jadi sirna aku bahkan lupa kalau jaketnya masih ada padaku, meskipun sesekali pernah ku gunakan waktu musim hujan. Bukan untuk mengenang, tapi karena jaketnya waterproof jadi ya lumayan saja.
Tapi setelah si Drama Queen ini mengirimiku direct masssage aku jadi tidak ingin mengembalikannya, aku malah ingin membuangnya dan menunjukan padanya kalau jaket itu sudah ku buang. Aku ingin melakukan hal jahat, meskipun kejahatan yang si kampret dan si Drama queen ini tidak sebanding dengan apa yang akan aku lakukan padanya.
Dear Drama Queen
Aku tidak kenal kamu
Aku tidak punya urusan denganmu dan aku tidak tertarik untuk berurusan denganmu, soal apapun itu apalagi soal si kampret.
Jangan kamu pikir degan aku masih menyimpan jaket si kampret aku masih ada perasaan atau harapan padanya. Aku bahkan sudah tidak perduli kamu mau melakukan apa dengan si kampret, mau jungkir balik, mau menikah , mau keliling kota bawa obor atau apapun itu sungguh tidak peduli. Jangan kamu pikir dengan membuka Lock instagram kamu, aku berminat untuk mampir dan lihat lihat betapa sudah bahagianya kamu dengan si kampret sekarang.
Silahkan, itu kehidupan kamu dengan dia
Aku juga punya kehidupan dan banyak hal lain yang lebih penting untuk ku pikirkan, untuk ku urusi.
Betapa lucunya semua sikap konyol yang kamu tunjukan, aku sampai tak habis pikir kok bisa si kampret pacaran dengan bocah yang pemikirannya sempit seperti ini.
Jaketnya nanti malam akan ku buang, akan ku serta kan juga foto nya agar kamu marah dan jengkel melihat jaket pemberianmu untuk si kampret sudah ku buang. Kamu yang memulai Drama saat hidupku sudah tenang dan baik-baik saja, jika disini kamu menganggapku sebagai antagonis ya tidak apa-apa. Meskipun sebenarnya aku tidak perlu membalas perbuatan kalian, aku percaya Tuhan akan membalasnya. Tapi aku juga ingin ikut andil dalam menyakiti kalian. Oooppss, how antagonis I am right?
Yasudah, selamat berdrama. Silahkan berdrama berdua saja, tidak usah seret-seret aku
Selamat tinggal
Sebenernya bingung sih mau ngisi blog ini dengan konten apa, jadi bakalan ada beberapa postingan yang kesan nya sastra banget ada juga yang tulisannya santai banget. Ya tergantung mood aja gitu
Selasa, 26 Desember 2017
Rabu, 20 Desember 2017
A Hard Time
Semua orang pernah melalui yang namanya “Waktu
sulit” nggak hanya kamu, aku, bahkan orang yang terlihat sempurna kehidupannya
sekalipun pasti pernah melalui yang Namnya waktu tersulit.
2 Hari yang lalu, sebuah kabar mengejutkan datang dari dunia K-pop. Jonghyun
Lead vocal Grup Shinee baru aja diberitakan meninggal dunia karena bunuh diri
dan sontak langsung jadi trending topic di media social, para fans nya seakan
nggak percaya kalau Idol mereka udah nggak lagi ada di dunia dan mengakhiri
hidupnya begitu aja. Ternyata sebelum memutuskan untuk bunuh diri, Jonghyun
mengirim pesan sama kakak perempuannya yang seperti memberi kode kalau dia
memang ingin mengakhiri hidupnya. Untuk kronologi lebih jelasnya, kamu bisa
baca di portal berita manapun.
Disini aku nggak akan membahas detail soal
kematian Jonghyun, atau seperti apa kronologisnya dan gimana caranya dia
mengakhiri hidup. Yang pasti aku juga turut berduka cita meskipun aku nggak
begitu mengenal dia, dalam artian aku memang nggak terlalu menjadi “fans
fanatiknya”. Well, sempet juga ramai di media social soal orang – orang yang
malah membandingkan kematian Jonghyun yang menghebohkan sama soal ribuan orang
yang juga meninggal di palestian secara tragis. Celotehan-celotehan orang yang
nggak punya etika dan hati nurani itu malah bikin gerah. Dan aku juga nggak mau
bahas soal itu. Because it’s really annoying
Nggak ada satu orang pun di dunia ini yang
melalui kehidupannya dengan sangat mudah, orang terkaya sekalipun mereka
dulunya bahkan lahir dari keluarga miskin, orang nggak punya apa-apa bedanya
mereka berjuang melewati segala waktu sulit sampai akhirnya mereka ada di
puncak dan mereka worth it, karena mereka udah sangat struggle. Ketika di
hadapkan sama waktu sulit, atau situasi yang membuat kita ingin menyerah
rasanya emang Hopeless banget. Kayak kita mikir buat apasih kita hidup kalau Cuma
buat ngerasain yang namanya penderitaan, buat apasih kita hidup kalau Cuma untuk
dibuat bersusah –susah. Sampai akhirnya kita mikir kalau suicide tuh jadi solusi, setelah mati dan meninggalkan segala
urusan dunia orang yang mengalami kesulitan ekonomi nggak akan lagi khawatir
soal besok dia bakalan makan apa, orang yang mengalami kesulitan karena masalah
keluarga nggak lagi harus di buat pusing dengan segala konflik dan pertikaian
yang ada. Kalau bunuh diri jadi solusi mungkin sampai hari ini nggak bakalan
banyak orang yang bisa bertahan hidup melalui waktu sulit.
You have to know that life is hard, hidup ini
sulit nggak ada yang bilang kalau semuanya bakalan berjalan dengan mudah. Saat
kamu duduk di bangku sekolah, orang tua kamu nuntut supaya kamu dapat rangking
yang bagus dan kamu harus belajar dengan keras, melewati persaingan teman-teman
sekelas kamu dan itu sulit, rasanya sulit untuk jadi juara satu di dalam kelas.
Saat kamu lulus sekolah dan benar-benar terjun ke dunia nyata untuk mencari
kerja, nggak ada yang mudah. Semua orang bersaing untuk mendapatkan pekerjaan
yang layak dengan upah yang di harapkan bisa memenuhi kebutuhan hidup. Lapangan
kerja semakin sempit, persaingan semakin ketat sedangkan skill yang kamu punya mungkin standart aja dan atau bahkan di bawah
standart, dan itu sangat sulit.
Banyak orang yang menganggur dan mengeluh
mereka merengek sama Tuhan biar bisa dapat pekerjaan, sedangkan yang sudah
bekerja pun kadang mereka lebih sering mengeluh. Tekanan dari boss, pekerjaan
yang menumpuk dan menyita waktu serta pikiran, belom lagi fisik yang semakin lemas
terkuras karena harus bekerja extra dan setumpuk problematika soal pekerjaan
lainnya. It’s that mean everyone is battle fight you don’t know about. Sekali
lagi, bukan Cuma kamu tapi semua orang, semua orang melalui waktu yang sangat
sulit dan semua orang punya cara tersendiri dalam mengatasi hal itu.
Dan menurutku Suicide it’s a big deal. Seseorang
memutuskan buat mengakhiri hidupnya itu karena dia udah bener-bener lelah dan
nggak sanggup buat ngejalanin kehidupan dia. Tangan keiris pisau aja udah
sakit, gimana rasanya mensukan pisau itu ke diri sendiri sampai nadi berhenti?
Jatuh dari tangga aja sakitnya bukan main, gimana rasanya loncat dari atap
gedung sampai tulang remuk dan nyawa melayang. Buuh diri bukan hal yang mudah, Cuma
orang-orang yang berani melakukan hal se-menyeramkan itu. Aku juga pernah ada di titik terendah, merasa
banget kalau hidup aku ini udah sama sekali nggak ada artinya, bahkan sempet
kepikiran buat “yaudah deh mending mati kalau gini” But, it’s just a thought,
segimana stress nya dan sakitnya aku sama sekali nggak pernah berani buat
bener-bener ngelakuin hal itu. Dan bisa kamu bayangkan gimana beratnya beban
hidup dia sampai akhirnya dia memutuskan buat ngelakuin hal itu? Meskipun dalam
agama manapun nggak ada yang membenarkan bunuh diri, nggak ada!
Untuk siapapun yang sedang melalui waktu yang
sulit, please stay strong. Please keep belive that you’re not alone In this
world. Kalau kamu ngerasa bahwa diri kamu adalah orang yang paling menderita di
dunia, yuk coba tengok kanan kiri dan buka mata kamu disana kamu bakalan banyak
melihat orang-orang yang juga berjuang, yang bahkan mungkin lebih menderita
dari apa yang kamu alami sekarang. Intinya adalah bersyukur dengan apa yang
kamu punya sekarang, keluarga, rezeki, pekerjaan, dan apapun itu harus kamu
syukuri. Apapun agama yang kamu anut, ingat kalau Tuhan nggak pernah
memberatkan umatnya, ingat kalau kamu punya Tuhan sebagai tempat untuk mengadu,
beribadah dan minta tolong sama Tuhan agar kamu kuat menjalani kehidupan yang
sulit ini. Jangan pernah menarik diri dan meratapi penderitaan kamu sendirian,
you have a friend, family to talk about.
Untuk kamu yang sedang melalui waktu yang
sulit, please hold on. Suatu hari saat semuanya berjalan seperti apa yang kamu
inginkan, saat kamu sudah berhasil melaluinya kamu akan menengok ke belakang
dan tersenyum bangga pada diri kamu sendiri kalau kamu berhasil, kamu berhasil
mengalahkan rasa sakit atas penderitaan yang kamu alami.
Senin, 18 Desember 2017
How Move On Really is
Menurut kamus besar bahasa inggris "Move" itu artinya bergerak
sampai detik ini aku belum menemukan "Move" yang berarti "Menghapus"
jadi kalau kamu masih berpikir "Move on" adalah "Menghapuskan" perasaan itu salah besar, That's maybe why you really cant do that things, "Move on"
Disini, aku bukan mau ngasih beberapa tips untuk Move on atau kiat-kiat supaya kamu lupa sama mantan pacar, mantan gebetan, mantan orang yang sempet kamu sukain tapi dianya nggak suka atau berbagai mantan yang pernah singgah di hati kamu dalam jangka waktu yang singkat maupun jangka waktu yang panjang.
Banyak orang (termasuk aku) yang mengeluhkan sulit nya Move on. Well, that's really hard thing to do apalagi nih posisinya saat kita lagi sayang-sayangnya lalu tiba-tiba ada pemutusan hubungan secara sepihak, dan salah satu faktor yang membuat kita susah untuk Move on adalah karena kita nggak terima. Kita nggak rela, dia pergi. Kita nggak nyangka kenapa orang yang mengaku sayang sama kita bisa berbuat hal semacam itu, dan kita nggak mau berdamai dengan kenyataan yang emang sebenernya harus kita hadepin.
Manusia adalah mahluk kebiasaan, rutinitas yang kamu lakukan dengan dia secara nggak sadar membuat kamu nyaman dan bergantung sama kehadiran dia. Lalu tiba-tiba saat perasaan dia untuk kamu sudah hilang, dia bisa pergi kapan aja bahkan tanpa permisi. Dan kamu? jadi satu-satunya orang yang Stuck di tempat. Semuanya jadi terasa berat, yang biasanya kamu selalu megobrol, denger cerita sehari-hari dia, dan juga tersenyum saat mendapat pesan teks dari dia, sekarang kamu harus menjalani kebiasaan baru tanpa kehadiran dia.
Sometimes, kamu bakalan kangen banget sama semua yang udah pernah kamu lakuin dengan dia. Bahkan nih parah nya hidup kamu bakalan terkesan Gloomy banget, tiap play lagu yang ngingetin ke dia, you chest will feel so heavy. Saat kamu harus jalan ke tempat yang dulu kamu sering kunjungi sama dia, kamu bakalan sebisa mungkin buat nahan air mata supaya nggak keluar. Ribet sih emang, dan semua itu butuh proses.
Nggak ada manusia yang bener-bener bisa lupa. Nggak ada manusia yang bener-bener bisa menghapuskan perasaan nya sama orang lain. Yang bisa kita lakuin cuma "Move" yang artinya bergerak. Sesakit apapun, se-sedih apapun kamu harus tetep bergerak jalanin kehidupan kamu like usual. Like when you before meet him/her. Emang sih, waktu habis di tinggal itu kita nggak bakalan bisa jalanin kehidupan kita dengan normal . Kalau memang ada orang yang habis putus tapi dia baik-baik aja dan nggak ngerasa sedih sama sekali, harus di pertanyakan tuh dimana letak hati nurani nya?
For a few days, A few week, A few month or ven A few years kamu bakalan ngerasa sangat sedih. Secara kamu harus terbiasa buat nggak peduli lagi, atau bahkan pura-pura nggak peduli dengan dia. Kamu dipaksa buat tetep berdiri tegar saat seseorang yang biasanya jadi sandaran kamu kini udah pergi.
Berapa lama nya waktu kamu bisa Move on is depend on yourself. Kamu bisa bikin diri kamu cepat move on atau bahkan Stuck untuk waktu yang sangat lama. Yang pasti sih niat, niatin diri kamu kalau kamu sangat layak untuk mendapatkan kehidupan sebaik-baik nya betapapun kamu ingin dia di hidup kamu. Dengan atau tanpa dia, hidup kamu bakalan baik-baik aja kok, ini semua cuma masalah waktu dan kamu yang bisa menentukan waktu itu.
Saat lagi terpuruk, kamu ingin nya cuma berbaring di tempat tidur. Kenangan-kenangan yang pernah kamu lalui sama dia selalu ngereplay dengan sendirinya di otak kamu, dan tiba-tiba pipi kamu basah dengan air mata, Otak kamu di penuh dengan pertanyaan "kenapa?". Well, itu fase yang sangat wajar yang kamu laluin setelah putus atau ditinggal pergi. Just let it out, jangan di tahan kalau memang kamu harus nangis ya nangis aja. That's mean we are human, dan kita punya hati.
Tapi setelah itu kita harus kembali bergerak. Sesakit apapun kaki kita harus tetap melangkah menjalani kehidupan, kamu masih harus tetap sekolah, belajar, bekerja, dan menjalani hari-hari kamu layaknya orang normal. Banyak orang bilang kalau kita sibuk, kita akan lupa dengan rasa sakit hati yang kita alami. Kalau buatku, itu seperti sama sekali nggak berlaku. Karena aku pernah dibuat begitu sibuk dari pagi hingga malam, dan sialnya aku masih selalu kepikiran dia but At least, fokus ku sedikit teralihkan.
Sekarang gini aja deh, sebelum kita meratapi kepergian dia. Yuk kita tanya sama diri sendiri, apa dia melakukan hal yang sama? Saat kamu menangis dan ngerasa sesak banget merasa kehilangan dia, apa dia melakukan hal yang sama? Saat setiap saat kamu memikirkan dia dan merindukan dia bahkan berharap dia akan kembali ke kehidupan kamu, apa dia menginginkan hal yang sama?
You really wasting your time for someone who doesnt even care about your feeling. Rumus sederhana yang harus selalu kita pegang adalah kalau seseorang beneran sayang, beneran cinta sesulit apapun keadaanya sama sekali nggak ada alasan untuk pergi, kalau dia pergi berarti dia nggak sayang. So simple as that!
Saat kamu terus terusan berkabung, dia sedang bahagia dengan seseorang lain di sampingnya. Dia seyum, bahkan tertawa dengan orang lain yang dia suka. So, kenapa harus kamu sendirian yang mengingat dia dan menangisi kepergian dia? Life is too short to being fool like that dear.
Kita pantas kok buat dapat kebahagiaan yang sama, dia aja yang menyakiti kamu bisa bahagia. Masa kamu enggak? Kamu pantas untuk mendapatkan kembali kehidupan kamu yang normal, jadi supaya menjaga kamu tetap seimbang, pertama yang harus kamu lakukan adalah berdamai dengan kenyataan. Percaya aja, Tuhan mengambil dan menjauhkan sesuatu yang buruk untuk hidup kamu, jadi saat dia yang kamu sangka "terbaik" pergi, seharusnya kamu bersyukur, because that's mean god save you from wrong people.
Kedua, jalani aja hidup kamu. Kalau Fiersa besari bilang sih kamu terlalu agung untuk dikalahkan oleh rasa sakit. Dan kamu harus percaya kalau semua luka akan sembuh pada waktunya. Lalu waktunya kapan? Cuma kamu yang bisa menjawab pertanyaan itu.
Move on yang sebenarnya bukan terus menerus memposting foto di social media dengan pose senyuman paling lebar hanya untuk menunjukan kalau kamu baik-baik aja tanpa dia.
Move on yang sebenarnya bukan berarti kamu bisa dengan cepat mendapatkan pengganti untuk pelarian.
Buatku sendiri
Move on adalah ketika kamu tidak lagi penasaran soal kabar dia
Move on adalah ketika kamu harus mendengar namanya, atau melihat akun social media nya tidak ada lagi rasa sesak di dada
Move on adalah ketika kamu tiba-tiba mengingat semua kenangan yang pernah kamu lalui sama dia, perasaan mu biasa aja
Move on adalah ketika kamu bisa merasa nyaman bersama orang lain, tanpa kamu membanding bandingkan seseorang yang baru itu dengan dia
Move on adalah ketika kamu bahkan jadi lupa dengan tanggal jadian kamu dengannya, atau tanggal ulang tahunnya.
Move on adalah ketika dia tidak pernah sedikitpun berhasil mengusik pikiran kamu
Dan Move on adalah saat hati kamu sudah bisa berdamai menerima kenyataan yang pergi memang harus pergi, dan kamu tidak lagi menggenggam nya erat-erat karena kamu tahu hal itu cuma akan menyakiti diri kamu sendiri.
Untuk kamu, untuk siapapun yang sampai hari ini masih merasa sangat sulit untuk Move on, semoga kamu bisa cepat sembuh dan percaya kalau Tuhan sedang mempersiapkan seseorang yang lebih baik dari segi apapun, You deserve better!
sampai detik ini aku belum menemukan "Move" yang berarti "Menghapus"
jadi kalau kamu masih berpikir "Move on" adalah "Menghapuskan" perasaan itu salah besar, That's maybe why you really cant do that things, "Move on"
Disini, aku bukan mau ngasih beberapa tips untuk Move on atau kiat-kiat supaya kamu lupa sama mantan pacar, mantan gebetan, mantan orang yang sempet kamu sukain tapi dianya nggak suka atau berbagai mantan yang pernah singgah di hati kamu dalam jangka waktu yang singkat maupun jangka waktu yang panjang.
Banyak orang (termasuk aku) yang mengeluhkan sulit nya Move on. Well, that's really hard thing to do apalagi nih posisinya saat kita lagi sayang-sayangnya lalu tiba-tiba ada pemutusan hubungan secara sepihak, dan salah satu faktor yang membuat kita susah untuk Move on adalah karena kita nggak terima. Kita nggak rela, dia pergi. Kita nggak nyangka kenapa orang yang mengaku sayang sama kita bisa berbuat hal semacam itu, dan kita nggak mau berdamai dengan kenyataan yang emang sebenernya harus kita hadepin.
Manusia adalah mahluk kebiasaan, rutinitas yang kamu lakukan dengan dia secara nggak sadar membuat kamu nyaman dan bergantung sama kehadiran dia. Lalu tiba-tiba saat perasaan dia untuk kamu sudah hilang, dia bisa pergi kapan aja bahkan tanpa permisi. Dan kamu? jadi satu-satunya orang yang Stuck di tempat. Semuanya jadi terasa berat, yang biasanya kamu selalu megobrol, denger cerita sehari-hari dia, dan juga tersenyum saat mendapat pesan teks dari dia, sekarang kamu harus menjalani kebiasaan baru tanpa kehadiran dia.
Sometimes, kamu bakalan kangen banget sama semua yang udah pernah kamu lakuin dengan dia. Bahkan nih parah nya hidup kamu bakalan terkesan Gloomy banget, tiap play lagu yang ngingetin ke dia, you chest will feel so heavy. Saat kamu harus jalan ke tempat yang dulu kamu sering kunjungi sama dia, kamu bakalan sebisa mungkin buat nahan air mata supaya nggak keluar. Ribet sih emang, dan semua itu butuh proses.
Nggak ada manusia yang bener-bener bisa lupa. Nggak ada manusia yang bener-bener bisa menghapuskan perasaan nya sama orang lain. Yang bisa kita lakuin cuma "Move" yang artinya bergerak. Sesakit apapun, se-sedih apapun kamu harus tetep bergerak jalanin kehidupan kamu like usual. Like when you before meet him/her. Emang sih, waktu habis di tinggal itu kita nggak bakalan bisa jalanin kehidupan kita dengan normal . Kalau memang ada orang yang habis putus tapi dia baik-baik aja dan nggak ngerasa sedih sama sekali, harus di pertanyakan tuh dimana letak hati nurani nya?
For a few days, A few week, A few month or ven A few years kamu bakalan ngerasa sangat sedih. Secara kamu harus terbiasa buat nggak peduli lagi, atau bahkan pura-pura nggak peduli dengan dia. Kamu dipaksa buat tetep berdiri tegar saat seseorang yang biasanya jadi sandaran kamu kini udah pergi.
Berapa lama nya waktu kamu bisa Move on is depend on yourself. Kamu bisa bikin diri kamu cepat move on atau bahkan Stuck untuk waktu yang sangat lama. Yang pasti sih niat, niatin diri kamu kalau kamu sangat layak untuk mendapatkan kehidupan sebaik-baik nya betapapun kamu ingin dia di hidup kamu. Dengan atau tanpa dia, hidup kamu bakalan baik-baik aja kok, ini semua cuma masalah waktu dan kamu yang bisa menentukan waktu itu.
Saat lagi terpuruk, kamu ingin nya cuma berbaring di tempat tidur. Kenangan-kenangan yang pernah kamu lalui sama dia selalu ngereplay dengan sendirinya di otak kamu, dan tiba-tiba pipi kamu basah dengan air mata, Otak kamu di penuh dengan pertanyaan "kenapa?". Well, itu fase yang sangat wajar yang kamu laluin setelah putus atau ditinggal pergi. Just let it out, jangan di tahan kalau memang kamu harus nangis ya nangis aja. That's mean we are human, dan kita punya hati.
Tapi setelah itu kita harus kembali bergerak. Sesakit apapun kaki kita harus tetap melangkah menjalani kehidupan, kamu masih harus tetap sekolah, belajar, bekerja, dan menjalani hari-hari kamu layaknya orang normal. Banyak orang bilang kalau kita sibuk, kita akan lupa dengan rasa sakit hati yang kita alami. Kalau buatku, itu seperti sama sekali nggak berlaku. Karena aku pernah dibuat begitu sibuk dari pagi hingga malam, dan sialnya aku masih selalu kepikiran dia but At least, fokus ku sedikit teralihkan.
Sekarang gini aja deh, sebelum kita meratapi kepergian dia. Yuk kita tanya sama diri sendiri, apa dia melakukan hal yang sama? Saat kamu menangis dan ngerasa sesak banget merasa kehilangan dia, apa dia melakukan hal yang sama? Saat setiap saat kamu memikirkan dia dan merindukan dia bahkan berharap dia akan kembali ke kehidupan kamu, apa dia menginginkan hal yang sama?
You really wasting your time for someone who doesnt even care about your feeling. Rumus sederhana yang harus selalu kita pegang adalah kalau seseorang beneran sayang, beneran cinta sesulit apapun keadaanya sama sekali nggak ada alasan untuk pergi, kalau dia pergi berarti dia nggak sayang. So simple as that!
Saat kamu terus terusan berkabung, dia sedang bahagia dengan seseorang lain di sampingnya. Dia seyum, bahkan tertawa dengan orang lain yang dia suka. So, kenapa harus kamu sendirian yang mengingat dia dan menangisi kepergian dia? Life is too short to being fool like that dear.
Kita pantas kok buat dapat kebahagiaan yang sama, dia aja yang menyakiti kamu bisa bahagia. Masa kamu enggak? Kamu pantas untuk mendapatkan kembali kehidupan kamu yang normal, jadi supaya menjaga kamu tetap seimbang, pertama yang harus kamu lakukan adalah berdamai dengan kenyataan. Percaya aja, Tuhan mengambil dan menjauhkan sesuatu yang buruk untuk hidup kamu, jadi saat dia yang kamu sangka "terbaik" pergi, seharusnya kamu bersyukur, because that's mean god save you from wrong people.
Kedua, jalani aja hidup kamu. Kalau Fiersa besari bilang sih kamu terlalu agung untuk dikalahkan oleh rasa sakit. Dan kamu harus percaya kalau semua luka akan sembuh pada waktunya. Lalu waktunya kapan? Cuma kamu yang bisa menjawab pertanyaan itu.
Move on yang sebenarnya bukan terus menerus memposting foto di social media dengan pose senyuman paling lebar hanya untuk menunjukan kalau kamu baik-baik aja tanpa dia.
Move on yang sebenarnya bukan berarti kamu bisa dengan cepat mendapatkan pengganti untuk pelarian.
Buatku sendiri
Move on adalah ketika kamu tidak lagi penasaran soal kabar dia
Move on adalah ketika kamu harus mendengar namanya, atau melihat akun social media nya tidak ada lagi rasa sesak di dada
Move on adalah ketika kamu tiba-tiba mengingat semua kenangan yang pernah kamu lalui sama dia, perasaan mu biasa aja
Move on adalah ketika kamu bisa merasa nyaman bersama orang lain, tanpa kamu membanding bandingkan seseorang yang baru itu dengan dia
Move on adalah ketika kamu bahkan jadi lupa dengan tanggal jadian kamu dengannya, atau tanggal ulang tahunnya.
Move on adalah ketika dia tidak pernah sedikitpun berhasil mengusik pikiran kamu
Dan Move on adalah saat hati kamu sudah bisa berdamai menerima kenyataan yang pergi memang harus pergi, dan kamu tidak lagi menggenggam nya erat-erat karena kamu tahu hal itu cuma akan menyakiti diri kamu sendiri.
Untuk kamu, untuk siapapun yang sampai hari ini masih merasa sangat sulit untuk Move on, semoga kamu bisa cepat sembuh dan percaya kalau Tuhan sedang mempersiapkan seseorang yang lebih baik dari segi apapun, You deserve better!
Langganan:
Komentar (Atom)
Kapan Nikah?
Memasuki usia 23 Tahun adalah berkah, sekaligus bencana. Diusia ini orang- orang sibuk bertanya “Kapan Nikah?” Aku yang aw...
-
Untuk perempuan yang tengah mengenyam pendidikan Untuk mahasiswi tingkat akhir yang merasakan lelah nya revisi skripsi, dan berputus asa ...
-
“Sebaik-baiknya orang adalah dia yang bisa menahan marah, selagi diriya sangat marah” Satu kutipan yang membuat aku merasa kalau mara...
-
Beberapa hari ke belakang aku mengeluhkan soal hari-hariku yang biasa saja, semuanya berjalan seperti biasa. Menjalani rutinitas yang itu-it...