Selasa, 16 Juni 2020

Kapan Nikah?



            Memasuki usia 23 Tahun adalah berkah, sekaligus bencana. Diusia ini orang- orang sibuk bertanya “Kapan Nikah?” Aku yang awalnya biasa aja dan menjawab dengan guyonan, lama-lama jadi kesel juga karena pertanyaan ini terus menerus datang seakan nggak ada habisnya. Mungkin, mereka bakal berhenti nanya kalau secepatnya aku sebar undangan pernikahan?

                Wait, wait a minute! Apakah menikah itu sebuah urgency yang kalau nggak dilakukan sekarang, akan menjadi malapetakan buat mereka? Aku heran kenapa orang lain disekitarku sampai sebegitunya mengurusi kehidupan pribaduku. Pertanyaan lain yang sangat mengganggu adalah “mau sampai kapan kokoreaan terus? Mending cari jodoh”

                What the heck is that— apa yang salah dengan kokoreaan? aku menghabiskan banyak uang untuk nonton konser idol korea kesukaanku, streaming youtube menggunakan kuota pribadi, membeli stuff yang berhubungan dengan “kokoreaan” murni 100% menggunakan uangku, dan sama sekali nggak mempengaruhi kondisi keungan mereka. I just don’t understand why people bothered by my “kokoreaan” activity.

                Lagi pula, semua orang punya timeline hidup yang berbeda, Cuma karena teman-teman seangkatan ku udah menikah dan menggendong anak. Apakah aku juga harus melakukan hal yang sama? Buru- buru mencari pasangan, menikah dan menggendong anak di usia 23 tahun? Aku nggak ngerti gimana bisa mereka memukul rata kalau perempuan di usia 23 tahun ini harusnya sudah menikah. Well, nothing wrong with marriage life. Menikah memang hal yang bagus, untuk mereka yang siap secara mental, fisik, dan finansial. Sekarang masalahnya adalah nggak semua orang lahir dengan kondisi finansial yang oke! Lagipula menikah butuh persiapan yang sangat matang, marriage is a big deal for me.

                Sorry to sorry, for people who keep asking me “Kapan nikah?” here I tell you something. Marriage is not on my 1st goal life. Mungkin beberapa dari teman sebayaku memang menaruh “Menikah” sebagai tujuan utama hidup mereka, karena memang menikah itu menyempurnakan agama. But that’s not for me, for now, I have no interest to have marriage life, In this age. Masih banyak hal yang harus dicapai, banyak hal yang harus diperbaiki, banyak hal yang harus di perjuangkan ketimbang memikirkan dengan siapa dan kapan aku harus menikah atau bagaimana caranya agar aku bisa menikah sebelum usia 24 tahun.

                Again, I have to say this “we born and grow up in the toxic society” orang orang seakan memberi batasan usia, kalau perempuan wajib dan harus menikah di usia 21, 22 atau 23. Sedangkan laki- laki bebas mau menikah di usia berapa saja, that’s really unfair. Perempuan juga punya hak yang sama dengan laki-laki untuk membangun karir, dan memperbaiki diri hingga kondisi mental nya siap untuk menjadi seorang ibu rumah tangga. Aku prihatin dengan orang orang yang masih punya pikiran kolot bahwa perempuan harus menikah di umur sekian, kalau enggak, ya jadi bahan gunjingan tetangga dan ibu ibu rumpi. Dibilang perawan tua lah, dibilang nggak laku dan sebagainya.
               
Kita nggak pernah tahu gimana orang lain berjuang dengan kondisi ekonomi mereka, siapa tahu sebagian dari mereka memang pengen menikah Cuma uang nya belum cukup? Siapa tahu, sebagian dari mereka lebih memprioritaskan untuk membahagiakan keluarga dan mengangkat drajat orang tua terlebih dulu? Siapa tahu sebagian dari mereka sedang fokus meniti karir untuk mendapatkan masa depan yang lebi stabil, Siapa tahu sebagian dari mereka sedang berusaha memperbaiki diri sehingga tuhan akan menjodohkan dia dengan pasangan terbaik untuknya. Dan kita nggak pernah tahu, mungkin sebagian dari mereka yang belum nikah punya pengalaman buruk dengan toxic relationship dan masih struggle untuk bisa menjalin hubungan lagi.


                “Who are you to judge?”
                Even “Kapan nikah?” adalah pertanyaan klasik yang udah nggak aneh utuk ditanyakan, tapi lama-lama akan terdengar sangat annoying.  Because you know nothing about another people story.

Kapan Nikah?

            Memasuki usia 23 Tahun adalah berkah, sekaligus bencana. Diusia ini orang- orang sibuk bertanya “Kapan Nikah?” Aku yang aw...