Entah sejak kapan
aku jadi suka mengobservasi orang, apapun yang terlihat di depan mata pasti aku
komentari dalam hati sambil kadang menghela nafas, senyum kecil, atau bahkan
ngerasa orang-orang yang aku perhatiin ini perlu dikasihani. Bukan sekali dua
kali aku ngelihat orang-orang yang berkumpul, bertatap muka tapi sibuk dengan
ponselnya masing-masing. Di kafe, restaurant, ataupun tempat nongkrong aku
sering banget melihat sekumpulan orang yang terpaku dengan ponselnya
masing-masing.
Aku juga sering
ngelihat pasangan yang saling duduk berhadapan tapi mereka saling nunduk, entah
apa yang mereka lakukan sama hp mereka sampai hati mengabaikan orang yang ada
di hadapannya yang jelas-jelas harus diajak mengobrol. Saat melihat orang-orang
seperti ini, aku Cuma bisa mendecakan lidah sambil mencibir dalam hati. But it’s
not my business. Masalahnya, hal ini juga sering aku alami, ketemu dengan
orang-orang yang ngajak ketemuan, ngajak makan, ngajak nongkrong tapi setelah
ketemu dengan mereka yang mereka lakukan adalah sibuk dengan hp mereka. Aku
paling benci dengan orang-orang kaya gini.
“Eh ketemuan guys,
udah lama kita nggak rumpi bareng” That’s a bullshit sentence, karena apa? Dari
awal kita ketemuan bahkan sampai berpisah pulang, kalau di presentasikan 20%
waktu yang diluangkan buat ngobrol, 50% buat Ngecek hp terus terusan include
30% sibuk bersosial media. Mereka pinter bersosial media tapi bener bener bodoh
bersosialisasi dalam kehidupan nyata. Orang tuaku emang nggak pernah dengan
lugas mengajari “Kalau lagi ngomong sama orang, dengerin, hargain, jangan sibuk
ngelakuin hal lain”. Tapi setidaknya kita diberi otak untuk berpikir kalau
mainin hp saat lagi kumpul bareng itu adalah sesuatu yang Annoying, mungkin
buat sebagian orang it’s not a big deal.
Hal ini bikin aku
jadi penasaran sebenernya ada apasih di hp mereka, sampe mereka mesti banget
ngecekin hape setiap menit. Kayanya jari-jarinya tuh bakalan gatel banget kalau
nggak ngecek hp, kayaknya kalau nggak ngecek hp bakalan ada bisnis yang
terlewat, bakalan ada pemegang saham yang mencabut saham nya, bakalan ada
meeting penting yang fatal banget kalau di lewatkan, bakalan ada uang puluhan
juta yang hangus saat nggak ngecek hape barang 5 atau 10 menit pun. Dan pas aku
intip diem-diem, yang mereka lakuin hanyalah nontonin Igstory orang, nontonin
Status-status nggak penting yang orang-orang buat di whatsapp, atau bahkan ngstalkin
akun-akun gossip yang hey!! Itu semua bisa kamu lakuin nanti di rumah, pas kamu
tiduran sendirian gabut nggak ada kerjaan, bukan saat kamu ngumpul dengan
temen-temen kamu.
Aku tahu betul
rasanya diabaikan waktu lagi jalan, rasanya orang yang duduk di depan kita
lebih mementingkan mengecek hp nya sendiri ketimbang ngobrol sama kita. Itu
memberi kesan kalau “Mending gue kepoin igstory orang dari pada ngobrol sama lu”.
Aku tahu betul rasanya pas aku lagi ngomong dan cerita panjang tapi Mata orang
yang aku ajak ngobrol malah fokus ke layar hp, dia ngangguk-ngangguk kaya
orang bego padahal nggak mengerti sedikitpun apa yang aku omongin. “Apa?
Gimana?” pada akhirnya kalimat-kalimat itu yang sering aku denger setelah
panjang lebar bercerita. What the heck, don’t you know how to appreciate someone presence?
Ngerasain semua hal
menyebalkan itu membuatku introspeksi dan do better. Jadi setiap ketemuan sama
temen-temen, apalagi temen lama yang jarang banget dan Cuma punya sesekali
waktu buat ketemu. Aku selalu simpan hp ku, hidupkan mode silent dan berusaha
buat ngobrol banyak, melakukan eye contact dan merespon setiap kata yang dia
ucapkan. Apalagi kalau pergi dengan pacarku, aku selalu sengaja matiin data
selular supaya tidak ada urusan pekerjaan, atau urusan nggak penting lainnya
yang mengganggu ku. When I’m with my precious people I always try to enjoy the
moment, aku nggak mau moment liburanku terganggu karena hp. Ada waktunya kapan
kita harus ngecek hp, kapan kita harus membalas pesan, kapan kita harus
mengurusi urusan kerjaan, kapan kita harus menonton story-story orang lain yang
sebenernya nggak penting-penting banget buat di tonton.
But unfortunately ,
nggak semua orang mengerti manner. Nggak semua orang mengerti kalau tata karma
berbicara dan mengobrol dengan orang lain itu seperti apa. Nggak semua orang
menegrti kalau dengan kita menaruh dan mengabaikan hp untuk sejenak, adalah cara
kita menghargai orang di depan kita yang lagi berbicara.
Dan buatku
orang-orang yang berkumpul dengan teman-teman nya, tapi diam dalam hening,
ketawa saat nonton video lucu di instagram, dan sibuk membalas
chatting-chatting orang lain di waktu yang bersamaan adalah orang-orang yang
menyedihkan. Mereka nggak lebih dari budak-budak smartphone, yang nggak tahu
cara menempatkan diri, They really pitiful people.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar